Review Motorola Moto Pad 60 Pro: Tablet Terbaik Motorola Tahun 2025?
Spesifikasi Internal

SoC: Dimensity 8300
RAM: 8 GB LPDDR5X dengan fitur RAM Boost sampai dengan 5 GB.
Storage: 256 GB UFS 4.0
Baterai: 10.200 mAh dengan dukungan charging 45 Watt.
Sensor: accelerometer, light sensor, gyroscope hardware.

Konektivitas:
- Untuk jaringan selular seperti 4G atau 5G memang tidak ada. Jadi tablet ini Wi-Fi Only.
- Wi-Fi 6
- Bluetooth 5.3
- Bluetooth Codec: SBC, AAC, aptX, aptX HD, dan LDAC
- Support USB OTG
- Display Out sayangnya belum bisa.
Keamanan: Face Recognition dan Fingerprint Scanner.

OS: ZUI 17 yang berbasis Android 15.
Terkait update, Motorola menjanjikan 2x update versi Android dan 4 tahun untuk security patch. Ini berbeda ya dari OS yang dipakai di smartphone Motorola. Setelah kami cari tahu, ZUI ini adalah custom Android OS yang biasa dipakai tablet dari Lenovo. Tahu kan kalau Motorola itu sekarang memang dimiliki oleh Lenovo? Jadi ini wajar wajar. Tampilan OS ini cukup minimalis, dengan aplikasi 3rd party yang terbilang minim dan tidak ada iklan.

Meskipun OS nya beda dengan yang di smartphone, fitur Smart Connect khas Motorola tetap ada di tablet ini. Ini bisa digunakan untuk membuat tablet ini menjalankan beberapa cross devices ke smartphone Motorola lainnya, atau dengan laptop Windows. Misalnya mau jadi webcam? Bisa Copy Paste antar device juga bisa. Misalnya kita copy text dari laptop, lalu paste-nya di tablet ini, nah itu bisa. Mengendalikan isi tablet ini dari laptop, juga bisa. Dan masih ada banyak lagi fitur Smart Connect yang bisa dijalankan di tablet ini.

Ini semua bisa dilakukan dengan kabel atau tanpa kabel. Kalau mau tanpa kabel, syaratnya hanya butuh login ke akun smart connect yang sama, dan terhubung ke jaringan wifi yang sama aja. Simpel kan? Catatannya, Smart Connect ini akan tampil dalam floating Windows dengan ukuran relatif kecil seperti ini. Dan untuk sekarang kami masih belum menemukan cara untuk menampilkannya di mode full screen.
Untuk fitur AI, tablet ini sudah dibekali dengan AI tools dari Google, yaitu Circle to Search. Jadi kalau kita kepo sama sebuah barang, tempat, atau objek lain yang muncul di layar, tinggal lingkari aja. Nanti hasilnya pencariannya bakal langsung muncul. Kalau mau translate bahasa asing bisa juga, hasilnya juga langsung muncul di layar kok. Circle to Search ini bisa diaktifkan dari aplikasi apapun ya, jadi gak perlu pindah pindah aplikasi kalau mau pakai tools yang satu ini. Lalu untuk Gemini juga sudah ada tentunya. Kalau mau panggil, tinggal tahan tombol power aja, nanti muncul deh Gemini nya.
Aksesori Pendukung

Lanjut lagi kita bahas aksesori pendukung tablet ini, yaitu Moto Pen Pro.
Untuk baterainya, tidak ada informasi tentang berapa kapasitasnya. Tapi Motorola meng-klaim stylus ini punya daya tahan baterai hingga 35 jam. Untuk chargingnya, ini cukup mudah. Tinggal hubungkan kabel charger ke port USB-C nya. Stylus ini sudah mendukung 4096 level pressure detection. Saat dicoba, ini memang bisa mengenali tekanan yang berbeda beda ketika di gunakan.

Bagaimana kalau digunakan untuk menggambar? Stylus ini cukup nyaman saat dipegang dan palm rejection juga aman. Kami juga tidak merasakan delay yang mengganggu ketika pakai stylus ini untuk coret coret di layar. Sudah mencukupi kalau untuk gambar, mind map, flowchart, dan sebagainya. Ketika kita sedang pakai stylus-nya, akan ada floating menu untuk quick access ke beberapa fungsi, seperti membuka notes, circle to search, magnifying tools, dan beberapa fungsi lain yang bisa memanfaatkan stylus ini.

Untuk Keyboard case bawaan, sayangnya memang masih belum ada. Solusinya pakai keyboard case universal untuk tablet dengan ukuran 12.7”. Atau kalau mau pakai keyboard Bluetooth yang lain? Bisa juga kok, tinggal sambungin saja. Gak ada masalah!
Simak pembahasan lebih lanjutnya berikut ini:















