Review Xiaomi 15T Pro: Sadis Upgradenya!

Xiaomi merilis Xiaomi 15T series secara global pada tanggal 24 September 2025. Jadi ada Xiaomi 15T sebagai varian paling terjangkaunya, dan ada Xiaomi 15T Pro sebagai varian diatas 15T tapi posisinya masih di bawah Xiaomi 15 yang biasa. Untuk Indonesia sendiri baru akan rilis resmi pada pada tanggal 30 September 2025.

Smartphone seri T tetap diposisikan Xiaomi sebagai Flagship dan masuk dalam keluarga Xiaomi 15 Series. Jadi statusnya bukan Mid Range, bukan Flagship Killer. Karena statusnya memang flagship. T Series terkenal bisa memberikan pengalaman kelas flagship tapi dengan harga yang lebih terjangkau.
Dan untuk pembahasan ini kita akan fokus pada Xiaomi 15T Pro.
Paket Penjualan

- unit dengan screen protector sudah terpasang
- Charger 90W
- Kabel USB-C
- Case
- SIM Tray Ejector
- Paket Dokumen
Desain

Dari segi desain, bodinya ini menggunakan desain flat untuk seluruh sisi bodinya.Dulu di 14T Series desainnya masih bisa kita bedakan mana yang pro, mana yang non pro, bisa kita lihat dari back covernya. Sekarang baik 15T dan 15T Pro, sama saja, nyaris tak ada bedanya. Bahkan casenya pun bisa kita tukar, tapi memang ada beda sedikit saja di posisi microphone dan flash-nya.

Untuk back cover 15T Pro ini dari kaca dengan frame dari metal. Saat digenggam terasa cukup mewah dan solid. Kalau urusan modul kamera itu selera, dulu 14T series dikatain mirip kemasan obat. Yang sekarang sudah agak beda nih, sisi sudut modulnya jadi melengkung. Apa sudah lebih keren menurut kalian?
Untuk varian warna yang tersedia ada Black, Gray, dan hero color nya yaitu Mocha Gold.

Dari segi dimensi:
- Tinggi: 162.7 mm
- Lebar: 77.9mm
- Tebal: 7.96mm
- Bobot: 210g

Bodinya sendiri sudah disertifikasi IP Rating IP68. Jadi, dia bisa aman meski tercebur ke dalam air bersih. Asalkan, buru-buru diangkat ya. Jangan malah diajak berenang atau foto-foto dalam air.
Sisi-Sisi Smartphone


Sisi Kanan: ada tombol power, lalu tombol volume up/down
Sisi Atas: kosong
Sisi Kiri: Kosong
Sisi Bawah: SIM Tray DUAL SIM, tidak ada slot MicroSD, tapi ini sudah 512 GB, kalau masih kurang sepertinya management file kalian yang harus diperhatikan.
Selain slot sim fisik, smartphone ini juga mendukung eSIM. Di sebelah slot SIM ada microphone, USB-C 2.0, grill speaker stereo bagian bawah. Speakernya ini stereo dengan pasangannya yang ada di bagian earpiece.

Untuk kualitasnya termasuk yang keren, suaranya lantang, detailnya oke, dipakai dengar musik yang ramai instrument sekalipun juga masih asik, gak berantakan suaranya.
Sisi Depan:
Layar
- 6.67″ CrystalRes AMOLED
- Resolusi 2712 x 1220 piksel
- Gorilla Glass 7i
- Brightness diklaim 3200 nits untuk Peak Brightness, tapi angka setinggi ini biasanya hanya untuk skenario tertentu ya.
Untuk indoor, maximum brightness nya ada di kisaran 610 nits. Dalam setting layar ada juga fitur yang namanya Sunlight Mode, saat kami coba fitur ini, brightness layar bisa naik jadi kisaran 817 nits. Kalau untuk simulasi outdoor bisa mencapai ini bisa mencapai 1060 nits, sudah mencukupi untuk keperluan siang hari saat terik sekalipun.
Terkait warna layar, disini terdapat berbagai mode warna. Ada mode Original color Pro, Vivid, Saturated, dan Advanced settings untuk pengaturan manual. Mode default nya adalah Original color Pro dan ini sudah cocok untuk mengedit konten karena gamut coverage dan volumenya sudah diarahkan ke 100% sRGB. Kalau mau layar lebih gonjreng, lebih asik untuk nonton film atau main game, bisa pasang di Vivid aja yang lebih diarahkan ke 100% DCI P3. Kalau mau lebih gonjreng lagi misalnya untuk main game atau nonton film, bisa pakai mode Saturated yang color gamutnya lebih diarahkan ke 117% DCI P3.
- Refresh Rate layar ini up to 144Hz, adaptive dari 60-144Hz.
Sejauh pengujian kami, layarnya baru bisa turun ke 60Hz saja, belum bisa lebih rendah lagi.
- Touch sampling rate nya di klaim up to 480Hz.
Tidak terasa ada delay yang mengganggu baik untuk tap tap ataupun swipe swipe.
- Untuk layar sentuhnya ini juga support sampai 10 jari sekaligus ya.
- Di sini juga terdapat fitur Always on Display, dan beneran bisa diatur selalu menyala, bukan 10 detik doang.
- Di sisi layar ini ada In-Display Fingerprint Scanner, kalau di sini masih Optical, beda dengan versi di atasnya yang sudah pakai Ultrasonic.
Meskipun begitu fingerprint tetap bisa berjalan lancar dan akurat.
Ngomongin bezel layar, ini sudah terhitung sangat tipis dan simetris di seluruh sisinya
Lanjut kita ke atas layarnya, terdapat earpiece untuk nelpon, dan Kamera Selfie 32 MP, f/2.0, Fixed Focus
- Video Recording up to 4K 30 FPS dan 1080p 60 FPS juga bisa.
Beralih Sisi belakang:
Ada modul triple camera LEICA Vario-Summilux ASPH + satu LED Flash.

Vario artinya bisa nge-ZOOM. ASPH artinya punya elemen aspherical atau lensa yang cembung dan cekung. Summilux artinya adalah jenis lensa Leica yang lebih cepat. Alias bukaannya lebar. Perlu diingat, co-engineer dengan LEICA ini bukan berarti LEICA memproduksi lensanya ya. Tapi, ini berarti dalam perancangan kamera secara keseluruhan, LEICA bekerja sama dengan Xiaomi. Semua pengujian hardware hingga tuning hasil gambar dikerjakan bersama LEICA dengan standar LEICA. Kemudian ada juga fitur-fitur yang dikembangkan bersama dengan LEICA.
Untuk kameranya terdiri dari:

LEICA Main Camera 50MP
- Sensor Light Fusion 900
Ini masih sensor yang sama seperti 14T Pro dan Xiaomi 14 dan 15.
- Focal length equivalent 23mm
- f/1.6
- Dilengkapi dengan OIS
- Video Recording maksimum sampai 4K 120 FPS, bisa juga merekam sampai 8K di 30 FPS.
- Slow Motion tersedia sampai 4K 120 FPS, ini peningkatan yang signifikan.
Bahkan Xiaomi 15 yang versi di atasnya aja belum kebagian fitur ini.

Lalu kamera berikutnya ada LEICA Ultra Wide 12MP
- Fixed Focus, f/2.2, FOV 120°
- Focal length equivalent 15mm.
- Video recording up to 4K 30 FPS dan 1080p 60 FPS juga bisa.
Gini dong ya, paling tidak Ultra Widenya bukan yang cuma 8MP, atau yang cuma bisa 1080p 30 FPS doang.

Satu lagi ada OIS LEICA Pro-Telephoto 50MP
- Optical Zoom 5x, focal length equivalent 115mm
- Auto Focus, f/3.0
- Video Recording up to 4K 60FPS.
- Kamera Telephoto nya ini upgrade jauh dibanding pendahulunya, akhirnya pakai OIS dan jarak zoom nya bisa lebih jauh.
- Xiaomi mengatakan kalau kameranya ini sudah menggunakan Anti-glare lens coating, jadi harusnya akan lebih minim bias-bias cahaya ya.
Untuk software kamera terkait Leica bisa kita lihat di aplikasi kamera bawaannya.
- Ada Leica Photographic Styles, bisa pilih antara Leica Authentic atau Leica Vibrant
- Ada Leica watermark
- Leica Filters
- Leica Portrait
- Dan ada Leica Classic Shutter Sound
Fitur ekstra kamera ada banyak, ada Dual Video, Pro Mode untuk foto dan video, Super Moon, Slow Motion, dan lain-lain.















