Xiaomi Tag Rilis di Eropa, Aksesori Tracker Alternatif Terjangkau dari Apple AirTag
Setelah berbagai bocoran beredar, Xiaomi dilaporkan mulai meluncurkan Xiaomi Tag untuk pasar Eropa. Aksesori pelacak barang ini hadir sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibanding Apple AirTag. Menariknya, Xiaomi Tag mendukung dua ekosistem sekaligus, yakni Google Find Hub dan Apple Find My.
Perangkat ini sudah muncul di situs resmi Xiaomi Prancis serta beberapa toko ritel di Eropa. Harga yang tercantum untuk satu unit adalah 17,99 euro atau sekitar Rp305 ribu. Xiaomi juga menawarkan paket empat unit dengan harga 59,99 euro, setara kurang lebih Rp1 juta. Ini lebih terjangkau dari Apple AirTag yang dibanderol mulai Rp450 ribuan per unit
Dengan banderol tersebut, Xiaomi Tag diposisikan untuk pengguna yang ingin perangkat pelacak sederhana tanpa harus masuk ke satu ekosistem saja. Dukungan Apple dan Google membuatnya fleksibel dipakai di berbagai perangkat. Ini menjadi nilai jual utama dibanding tracker lain di kelasnya.
Secara fungsi, Xiaomi Tag bekerja sebagai pelacak berbasis Bluetooth. Perangkat ini dapat dipasang pada kunci, tas, atau barang pribadi lainnya. Lokasinya akan terdeteksi melalui perangkat lain di sekitar yang terhubung ke jaringan pelacakan.
Xiaomi Tag dibekali Bluetooth 5.4 serta NFC untuk membantu proses identifikasi. Sumber dayanya menggunakan baterai koin CR2032 yang bisa diganti sendiri. Dalam penggunaan normal, baterai ini diklaim mampu bertahan hingga sekitar satu tahun.
Dari sisi desain, Xiaomi Tag hadir dengan bodi tipis sekitar 7,2 mm dan tampilan minimalis. Untuk sementara, perangkat ini hanya tersedia dalam warna putih.
Tidak ada varian dengan dukungan UWB untuk pelacakan yang lebih presisi jarak dekat seperti yang sempat dirumorkan sebelumnya, setidaknya untuk saat ini. Meski begitu, dengan harganya, Xiaomi Tag tetap jadi alternatif menarik untuk Apple Airtag. Tinggal menunggu apakah Xiaomi akan membawanya ke pasar lain, termasuk Indonesia.













