Review itel CITY 200: Smartphone Sejutaan Kok Bisa Begini?!

Smartphone Rp 1 jutaan dari itel ini desainnya premium, nggak keliatan kayak smartphone terjangkau.
Ya, ini adalah itel CITY 200! Desainnya mirip smartphone kelas atas. Layarnya juga pakai desain punch-hole, modern dan kekinian banget. Kapasitas storage-nya 128 GB. Di kondisi 2026 ini kami sudah khawatir smartphone Rp 1 jutaan seperti ini akan kembali ke 64GB, tapi ternyata itel masih kasih 128GB! Menariknya lagi, dia sudah punya NFC. Sesuatu yang langka di kelas Rp 1 jutaan!

Oke, langsung aja kita bahas itel CITY 200!
Ini adalah smartphone pertama itel untuk pasar Indonesia di tahun 2026. Buat yang belum tahu, lini CITY sendiri diposisikan itel sebagai lini smartphone terjangkau dengan desain yang stylish dan modern. Meski terjangkau, tapi kelengkapan yang dimiliki smartphone ini tak main-main.
Kita lihat mulai dari paket penjualannya:
Paket Penjualan
Kita dapat:

- Unit itel City 200, plus screen protector yang sudah terpasang
- Charger 18 W
- Kabel USB A to C
- Hardcase magnetik ala magsafe
- SIM ejector
- Paket dokumen
Lengkap ya paket penjualannya. Yang agak mengejutkan buat kami case bawaanya sih, biasanya pada ngasih clear case biasa, ini hard case magnetic!
Desain itel CITY 200

Smartphone ini mengusung desain yang itel sebut sebagai “Metallic Deco”. Bodi belakang dan framenya mengusung gaya flat, dengan tepian sudut yang dibuat melengkung. Kalau dilihat, desain smartphone ini memang terlihat mewah, tidak seperti smartphone sejutaan.

Bodi smartphone ini juga terasa cukup solid dan kokoh saat dipegang. Lalu frame dan bodi belakangnya sama-sama pakai bahan polikarbonat.

- Dimensi: 167.62 x 78.62 x 7.45 mm
- Bobot: kisaran 192 gram
Varian warna:
- Vibe Purple
- Melody Pink
- Bass Black
- Echo Silver, seperti yang kita uji kali ini

Smartphone ini juga punya IP rating di IP65, yang berarti kedap debu dan tahan cipratan air dari segala arah. Jadi kalau kena kehujanan dikit, harusnya masih aman. Tapi jangan dicemplungin ke dalam air apalagi diajak berenang. Bodi smartphone ini juga lolos uji ketahanan MIL-STD 810H. Jadi soal durabilitas, udah terjamin lah yang satu ini.
Sekarang kita lihat sekeliling bodi smartphone ini:



- Sisi kanan: Tombol power yang merangkap sebagai fingerprint sensor, serta tombol volume up/down
- Sisi atas: kosong
- Sisi kiri: SIM Tray triple slot, jadi smartphone ini bisa menampung dua nano SIM plus satu microSD sekaligus
- Sisi bawah: 3.5 mm headphone jack, microphone, port USB-C, grill speaker
Terlihat ya, smartphone ini punya single microphone dan single speaker. Buat kualitas speakernya sih sekedar mencukupi aja. Jangan berharap keluaran suara yang berkelas ya. Tapi setidaknya, volume suaranya menurut kami sudah terbilang lantang.
Sisi depan:

- 6.78 inci IPS, resolusi HD+, 1576 x 720 piksel
- Meski layarnya IPS, di sini ada opsi untuk mengaktifkan Always-on Display di menu settings.
- Mungkin ada yang bertanya, emang layar IPS bisa dipakai buat AoD?
- Karena ini fitur software, jadi harusnya bisa-bisa aja, selama produsennya memberikan opsi AoD di menu setting.
- AoD-nya ini bukan yang always-on ya. Hanya bisa sampai 5 detik aja.
- Kalau dilihat kasat mata begini, memang warna hitamnya terlihat cukup pekat.
- Lanjut, untuk refresh rate layarnya sudah 120 Hz adaptive, bisa turun ke 60 Hz saat tidak ada aktivitas di layar.
- Secara standar, refresh rate layar hanya bisa berjalan sampai 90 Hz, baik di home screen atau saat membuka aplikasi.
- Biar bisa mencapai 120 Hz, kita atur refresh rate di High terlebih dahulu, lalu pilih aplikasi mana yang diizinkan berjalan di 120 Hz.
- Setelah itu, baru kita bisa menikmati refresh rate 120 Hz di smartphone ini.

- Untuk brightness, di kondisi indoor, brightness maksimalnya mencapai 386 nits.
- Karena tidak ada auto brightness, jadi kita tidak bisa uji kecerahannya di simulasi outdoor.
- Setidaknya di sini ada opsi High Brightness Mode. Tapi saat dicoba, hasilnya gak jauh beda ya kalau dibandingkan dengan brightness maksimalnya.
- Disini tidak ada opsi mode warna yang bisa dipilih, jadi kita uji apa adanya aja.
- Hasilnya, warna yang dihasilkan mendekati 90% sRGB. Baik itu di gamut coverage maupun gamut volume.
- Memang ini warna layar ini bukan yang luar biasa cemerlang, tapi mengingat harganya ini masih oke dan sama sekali tidak bisa dibilang level burik.
- Layarnya juga sudah mendukung hingga lima sentuhan jari. Memang belum yang sampai 10 jari, tapi seharusnya ini bukan masalah ya buat mayoritas pengguna.
- Terkait bezel, ini memang bukan yang super tipis dan simetris, tapi masih wajar banget lah ini untuk kelas harganya.
- Terlebih, desain layarnya sudah pakai punch hole. Ada loh hape yang harganya hampir Rp 3 juta tapi layarnya masih pakai desain notch.
- Menariknya lagi, komponen layarnya ini sudah rata dengan frame bodi.
- Biasanya nih, smartphone kelas budget masih pakai panel yang menonjol yang membuat bodi smartphone jadi kelihatan tebal.
- Tapi di smartphone ini layarnya rata dengan bodi ya, membuatnya terasa seperti smartphone kelas menengah bahkan menengah atas.
Kamera

Beralih ke bagian atas layar, terdapat earpiece untuk nelpon serta kamera selfie 8 MP yang ditempatkan di area punch-hole.
- Perekaman video up to 2K 30 FPS
Sisi belakang
Di sisi belakang terdapat modul kamera, yang kalau dilihat sih kayak ada dua modul kamera ya. Tapi kamera yang fungsional di sini cuma satu, tepatnya yang paling atas.

Ini adalah kamera utama 50 MP dengan perekaman video up to 2K 30 FPS. Lalu di bawahnya ada kamera bonus. Di bawahnya lagi terdapat Infrared Blaster. Jadi kita bisa pakai smartphone ini sebagai remote ya, baik untuk remote AC, TV, dan lain sebagainya.
Fitur Ekstra kamera:
- Slow-mo
- Time-lapse
- Dual Video
- Super Night
- Pro (Photo)
- Ultra HD
- Street Snap
- Portrait

















