Uni Eropa Ingin Android Lebih Terbuka Lagi

Author
Irham
Reading time:
April 29, 2026

Android kembali jadi sorotan di Uni Eropa setelah statusnya sebagai gatekeeper dalam aturan Digital Markets Act mulai diuji lebih jauh. Komisi Eropa menilai sistem ini masih belum cukup terbuka, terutama untuk layanan AI dari pihak ketiga. Perhatian utamanya mengarah ke bagaimana Google mengelola fitur AI di dalam ekosistem Android.

Android Uni eropa

Fitur-Fitur Android Masih Terikat Layanan Google

Beberapa fungsi penting masih terikat ke layanan milik Google sendiri seperti Gemini. Contohnya terlihat pada shortcut long-press di navigation bar yang langsung memanggil fitur AI bawaan. Akses seperti ini belum tersedia secara setara untuk developer lain yang ingin menghadirkan layanan serupa.

Hal yang sama juga terjadi pada sistem wake word seperti “Hey Google” yang hanya bisa digunakan oleh layanan bawaan. Komisi Eropa ingin membuka peluang agar aplikasi AI lain bisa punya perintah suara sendiri. Ini dianggap penting supaya pengguna punya pilihan yang lebih luas saat memakai perangkat mereka.

Baca Juga: Redmi Pad 2 9.7 Inci Resmi Dirilis: Pakai Snapdragon 6s Gen 2 4G, Layar Lebih Ringkas

Masalah lain muncul dari akses data aplikasi dan sistem di dalam perangkat. Saat ini, izin seperti AppSearch hanya diberikan ke asisten default dan tidak bisa diakses oleh layanan pihak ketiga. Padahal, akses ini dibutuhkan untuk menghadirkan AI yang bisa memahami konteks dan menjalankan tugas secara langsung.

Google sendiri tidak tinggal diam dan menyampaikan kekhawatirannya terhadap usulan tersebut. Mereka menilai kebijakan ini bisa berdampak pada privasi pengguna serta meningkatkan biaya pengembangan. Menarik untuk dilihat, apakah Android akan benar-benar berubah lebih terbuka, atau justru tetap mempertahankan kontrol seperti sekarang.

Sumber

Load Comments

Reviews

April 29, 2026 - 0

Review vivo T5 Pro 5G: All Rounder Rp 4 Jutaan dari vivo untuk 2026?

Ini adalah vivo T5 Pro 5G! Smartphone midrange baru vivo…
April 20, 2026 - 0

Review Motorola Signature: Smartphone Terbaik Motorola 2026

Persaingan Flagship tahun ini makin seru! Ini adalah Motorola Signature,…
April 17, 2026 - 0

Review Redmi A7 Pro: Baterai Awet, Layar Mantap, Desain Keren

Ini adalah Redmi A7 Pro, smartphone terbaru dari Redmi untuk…
April 16, 2026 - 0

Review HUAWEI Mate 80 Pro: Mate Is Back! Kamera Mantap dengan Durabilitas Unggul

Ini adalah HUAWEI Mate 80 Pro! Smartphone seri Mate non-foldable…

Accessories

March 5, 2026 - 0

Update Produk RAPAtech: Aksesoris Keren! Power Bank Wireless Kencang & Charger dengan Kabel Rollable

Cari charger dan power bank yang mumpuni, aman, kualitasnya terjaga,…
February 21, 2025 - 0

Review Baseus Bowie MC1: OWS Tampilan Unik Dengan Harga Terjangkau!

Ini adalah Baseus Bowie MC1, OWS atau Open Wearable Stereo …
June 18, 2024 - 0

Review Kiip TH90: Wireless Headphone Over-Ear Rp 300 ribuan, Suara Makin Lama Makin Bagus

Mencari headphone berkualitas dengan harga terjangkau sering kali menantang, tapi…
April 23, 2024 - 0

Dua Speaker Bluetooth Tahan Air Xiaomi Terindikasi Akan Masuk Indonesia

Beberapa waktu lalu Xiaomi memperkenalkan dua speaker Bluetooth untuk keperluan…

Wearables

March 15, 2026 - 0

Review Galaxy Buds4 Pro: TWS Samsung Terbaik 2026: Makin Hebat, Makin Canggih!

Ini adalah TWS Samsung terbaik yang bisa dibeli di awal…
March 9, 2026 - 0

Review EarFun Air Pro 4+: Suara Berkelas yang Tidak Bikin Kantong Bolong! Premium Tapi Terjangkau

TWS ini menawarkan pengalaman kelas atas, tapi harganya menarik, tidak…
February 19, 2026 - 0

Review Huawei Band 11: Rp 500 Ribuan Tapi Semakin Mirip dengan Smartwatch?

Ini adalah Huawei Band 11, smartband yang rasanya semakin mirip…
February 16, 2026 - 0

Review Soundpeats C30: TWS Murah, Opsi Upgrade Menarik untuk Mencoba ANC

TWS harga Rp 300 ribuan dari Soundpeats ini tawarkan dukungan…