Rayakan Ulang Tahun ke-20, Google Translate Hadirkan Fitur Latihan Pronunciation
Google Translate sekarang sudah berusia 20 tahun sejak pertama diluncurkan sebagai eksperimen sederhana pada 2006 silam. Dalam rangka merayakan dua dekade perjalanannya, Google Translate menghadirkan fitur yang sudah sangat ditunggu-tunggu: latihan pronunciation.
Ya, belakangan ini Google Translate memang mulai bertransformasi dari sekedar tool untuk menerjemahkan bahasa menjadi tempat buat belajar bahasa. Sebelumnya Google sudah merilis fitur practice (latihan) di aplikasinya, meskipun saat ini masih terbatas untuk bahasa dan wilayah tertentu.
Kini, bertepatan dengan ulang tahunnya ke-20, Google Translate menghadirkan fitur latihan pronunciation atau pelafalan yang juga menjadi bagian dari fitur Practice yang dirilis sebelumnya. Fitur ini juga masih rilis terbatas di wilayah Amerika Serikat dan India untuk bahasa Inggris, Spanyol, dan Hindi.
Google memanfaatkan teknologi AI untuk fitur ini yang akan membantu pengguna memperbaiki dan melatih pelafalan sat mempelajari bahasa baru. Jadi, kita tinggal melafalkan kalimat atau kata yang sudah kita input lalu AI bakal menganalisisnya dan memberikan feedback untuk meningkatkan pronunciation.
Fitur semacam ini bukanlah sesuatu yang baru sebenarnya. Namun, fitur latihan pronunciation biasanya kita temukan pada aplikasi atau platform belajar bahasa seperti Duolingo. Kehadirannya di Google Translate semakin membuktikan arah pengembangan aplikasi tersebut di masa mendatang bukan hanya jadi alat terjemahan semata.
Baca Juga: Xiaomi MiMo-V2.5 Dirilis, LLM Xiaomi Fokus untuk Coding • Jagat Review
Sebagai alat terjemahan sendiri, Google Translate kini sudah mendukung sekitar 250 bahasa di seluruh dunia. Google juga mengungkapkan bahwa platform tersebut menarik lebih dari satu miliar pengguna bulanan, dengan sekitar satu triliun kata diterjemahkan baik lewat Translate, Search, Lesn, hingga Circle to Search setiap bulannya.

















