Spotify Ikut Hentikan Layanannya di Rusia
Dengan konflik yang masih berlanjut antara Rusia dengan Ukraina, tidak mengherankan bahwa akhirnya pihak brand pun mulai melakukan keberpihakannya terhadap posisi mereka di antara perang tersebut. Setelah banyak brand besar mulai keluar bahkan menutup layanannya di Rusia, kini Spotify sebagai salah satu platform streaming musik populer di dunia juga angkat kaki dari negara tersebut.

Penghentian layanan ini bukan tanpa alasan. Spotify hengkang dikarenakan pihaknya sempat menggambarkan konflik ini sebagai “serangan tak beralasan Moskow terhadap Ukraina.” Hal ini tidak sejalan dengan peraturan baru Rusia, di mana pihak Spotify dicap telah mendiskreditkan aksi militer Rusia.
“Spotify terus percaya bahwa sangat penting untuk mencoba menjaga layanan kami tetap beroperasi di Rusia untuk memberikan berita dan informasi tepercaya dan independen dari wilayah tersebut,” kata Spotify dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Reutrers. “Sayangnya, undang-undang yang baru-baru ini diberlakukan semakin membatasi akses ke informasi, menghilangkan kebebasan berekspresi, dan mengkriminalisasi jenis berita tertentu menempatkan keselamatan karyawan Spotify dan kemungkinan bahkan pendengar kami dalam risiko.”
Menurut kabar lain, layanan Spotify ini akan dihentikan total mulai awal April 2022 mendatang, hingga waktu yang belum bisa dipastikan.
Sebelum ini, platform streaming lain yang juga mematikan layanannya termasuk di antaranya adalah Netflix, di mana pihaknya mengatakan tidak memiliki rencana untuk menambahkan saluran yang dikelola negara ke layanan Rusia-nya, meskipun ada peraturan yang mengharuskannya untuk melakukannya.


















