Telkomsel Tawarkan Paket Bundling Game Edukatif Sacred Octagon
Kolaborasi operator seluler dan platform belajar digital kini masuk ke model bundel yang lebih terintegrasi. Telkomsel menggandeng Indonesia Artificial Intelligence atau INA AI menghadirkan Paket Bundling Telkomsel x Sacred Octagon, yang menggabungkan akses platform belajar matematika berbasis game dengan kuota internet dalam satu paket.

Sacred Octagon dikenal sebagai platform edu games yang mengemas numerasi dalam format interaktif. Melalui kerja sama ini, akses All Zone Pass di website dan aplikasi Sacred Octagon tidak berdiri sendiri karena sudah termasuk kuota internet Telkomsel. Aktivasi dan pembelian dilakukan langsung lewat aplikasi MyTelkomsel, tanpa perlu registrasi terpisah ke layanan lain.
Skema ini membuat prosesnya lebih ringkas bagi orang tua. Dalam satu aplikasi, mereka bisa membeli paket sekaligus memastikan anak memiliki kuota untuk mengakses materi. Jaringan Telkomsel yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia menjadi fondasi distribusi layanan ini. Paket bundel tersebut sudah tersedia mulai 13 Februari 2026.
Paket Bundling Sacred Octagon di MyTelkomsel
Pengguna cukup membuka aplikasi MyTelkomsel dan masuk ke menu Beli Paket. Setelah itu pilih Sacred Octagon, tentukan durasi yang diinginkan, lalu lanjut ke pembayaran. Tersedia opsi pembelian satu kali atau langganan otomatis sesuai preferensi.
Baca Juga: Samsung Konfirmasi Tanggal Peluncuran Galaxy S26 Series, Pre -Reservasi Sudah Dibuka! • Jagat Gadget
Telkomsel menyediakan beberapa opsi durasi dengan kuota yang sudah disesuaikan. Paket 3 hari dibanderol Rp12.500 dan mencakup All Zone Pass serta kuota 100 MB. Paket 10 hari seharga Rp25.000 dengan kuota 300 MB. Paket 30 hari ditawarkan Rp50.000 dengan kuota 1 GB. Untuk kebutuhan jangka panjang, tersedia paket 365 hari seharga Rp500.000 dengan total kuota 12 GB.
Seluruh paket dapat digunakan di jaringan 4G dan 5G Telkomsel, sehingga akses platform dan konektivitas berada dalam satu skema layanan.
Model bundel seperti ini membuat akses belajar digital dan kuota internet berada dalam satu jalur distribusi. Apakah skema terintegrasi seperti ini lebih memudahkan dibanding harus mengatur langganan aplikasi dan paket data secara terpisah?















