HP Lawas Dikumpulkan, Bisa Jadi Data Center?

Author
Irham
Reading time:
June 15, 2026

Punya smartphone lama yang sudah pensiun di laci? Jangan buru-buru dibuang. Sekelompok peneliti dari University of California San Diego (UCSD) bersama Google sedang mencoba ide yang terdengar tidak biasa: mengubah HP lawas menjadi data center murah.

Tujuannya dari proyek ini sebenarnya cukup simpel yaitu limbah elektronik atau perangkat yang sudah tidak dipakai ini, dijadikan mesin komputasi untuk menjalankan berbagai aplikasi. Menurut Google Research, smartphone yang sudah pensiun sebenarnya masih menyimpan jejak karbon besar dari proses produksinya. Karena itu, memperpanjang masa pakai perangkat dianggap lebih ramah lingkungan dibanding langsung menggantinya dengan perangkat baru.

HP lawas jadi data center

Performa HP Lawas, Masih Cukup Mumpuni

Agar cocok digunakan sebagai server, para peneliti membongkar perangkat dan membuang komponen yang tidak diperlukan seperti layar, baterai, kamera, speaker, hingga casing. Yang tersisa hanyalah motherboard beserta chip utama yang bertugas menjalankan komputasi.

Setelah itu, Android diganti dengan distribusi Linux yang umum digunakan di lingkungan data center. Ini membuat perangkat bisa menjalankan perangkat lunak server dan sistem orkestrasi seperti Kubernetes.

Hasil pengujiannya, sekitar 25 hingga 50 smartphone lama mampu menyamai daya komputasi satu CPU server kelas enterprise dual-socket. Artinya, perangkat yang dianggap usang masih memiliki tenaga yang cukup untuk berbagai tugas komputasi sehari-hari.

HP lawas jadi data center

Hasil penelitan tersebut menemukan bahwa smartphone berusia sekitar tiga tahun masih mampu mencatatkan performa single-core yang sangat baik. Bahkan dalam beberapa pengujian, hasilnya bisa melampaui server modern tertentu jika dilihat per inti prosesor.

UCSD juga menemukan bahwa klaster berisi 20 smartphone mampu menjalankan aplikasi yang dibutuhkan satu kelas berisi lebih dari 75 mahasiswa. Dengan pendekatan ini, kampus tidak perlu selalu bergantung pada layanan cloud yang memerlukan biaya operasional tambahan.

Baca Juga: TSMC Siapkan Teknologi Baru CoPoS Bikin Chip AI Lebih Murah dan Kencang • Jagat Gadget

Rencana Bikin Data Center Dari 2000 Smartphone

Ke depannya, tim peneliti ini punya rencana yang lebih besar yaitu mengumpulkan sekitar 2.000 smartphone untuk membangun data center lokal yang dapat melayani ratusan kelas secara bersamaan. Disebut juga kalau biayanya bisa lebih terjangkau, dibanding membangun infrastruktur server baru dari nol.

Tentu saja, sistem komputasi rakitan ini juga tidak akan menggantikan data center raksasa milik perusahaan AI yang memang butuh performa sangat tinggi. Operator hyperscale biasanya membutuhkan perangkat keras khusus yang lebih andal, lebih mudah dikelola, dan memiliki jumlah komponen yang lebih sedikit.

Sayangnya tidak diuji bagaimana konsumsi daya dari sistem komputasi yang dirakit dari kumpulan HP lawas ini. Karena pada akhirnya, efisiensi dan performa harus bertemu dalam satu titik optimal, supaya tidak malah menjadi buang-buang daya dan biaya. Meski begitu, konsep ini bisa menjadi solusi menarik bagi universitas, sekolah, laboratorium penelitian, hingga organisasi kecil yang memiliki anggaran terbatas tetapi tetap membutuhkan kapasitas komputasi yang memadai.

Jadi, lain kali saat menemukan smartphone lama di laci, mungkin perangkat itu belum benar-benar pensiun. Siapa tahu, suatu hari nanti kumpulan hape lawas justru bisa kalian buat jadi sistem komputasi yang cukup kuat, bahkan jadi sebuah data center?

Sumber

Reviews

November 3, 2026 - 0

Review REDMI 17: Smartphone All-Rounder REDMI yang Harganya Mulai Rp 2 Jutaan?

Ini Redmi 17, smartphone terjangkau 2026 dengan harga mulai Rp…
October 20, 2026 - 0

Review Oraimo Spacebuds 2: Baterai Super Irit! TWS Berkelas dengan Desain Unik dan Fitur Menarik

Oraimo Spacebuds 2, ini TWS premium baru dari Oraimo yang…
October 16, 2026 - 0

Review Samsung Galaxy A08: Rp 2.9 Juta, Helio G99+, Update 6 Tahun, dan Bonus Bundling. Opsi Masuk Akal?

Ini Samsung Galaxy A08, penerus Galaxy A07 yang datang dengan…
October 12, 2026 - 0

Review itel A300+: Smartphone Rp 2 Jutaan 2026 Kok Kayak Begini?

Ini smartphone itel paling unik yang pernah kita review, itel…

Accessories

March 5, 2026 - 0

Update Produk RAPAtech: Aksesoris Keren! Power Bank Wireless Kencang & Charger dengan Kabel Rollable

Cari charger dan power bank yang mumpuni, aman, kualitasnya terjaga,…
February 21, 2025 - 0

Review Baseus Bowie MC1: OWS Tampilan Unik Dengan Harga Terjangkau!

Ini adalah Baseus Bowie MC1, OWS atau Open Wearable Stereo …
June 18, 2024 - 0

Review Kiip TH90: Wireless Headphone Over-Ear Rp 300 ribuan, Suara Makin Lama Makin Bagus

Mencari headphone berkualitas dengan harga terjangkau sering kali menantang, tapi…
April 23, 2024 - 0

Dua Speaker Bluetooth Tahan Air Xiaomi Terindikasi Akan Masuk Indonesia

Beberapa waktu lalu Xiaomi memperkenalkan dua speaker Bluetooth untuk keperluan…

Wearables

October 20, 2026 - 0

Review Oraimo Spacebuds 2: Baterai Super Irit! TWS Berkelas dengan Desain Unik dan Fitur Menarik

Oraimo Spacebuds 2, ini TWS premium baru dari Oraimo yang…
September 30, 2026 - 0

Review Huawei Watch GT 7 Pro: Baterai 21 Hari, Bisa untuk Android dan iPhone, Tahan Air 5 ATM

Ini adalah Huawei Watch GT 7 Pro, smartwatch flagship terbaru…
September 17, 2026 - 0

Review Anker Soundcore P42i: TWS Buat Nonton Konser Live dan Pelindung Telinga?

Ini Anker Soundcore P42i. Punya -55 dB Adaptive ANC, disebut…
August 22, 2026 - 0

Review Haylou Watch Hyper: Smartwatch Terjangkau Makin Naik Kelas?!

Ini adalah Haylou Watch Hyper, Smartwatch baru Haylou yang rasanya…