Peneliti Berhasil Seduh Kopi Pakai Gelombang Suara!

Author
Irham
Reading time:
June 22, 2026

Selama ini espresso identik dengan air panas bertekanan tinggi. Namun penelitian terbaru dari UNSW Sydney menantang anggapan tersebut. Tim peneliti berhasil membuat espresso tanpa menggunakan panas sama sekali, melainkan memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi.

mesin kopi  gelombang suara ultrasonik

Teknologi yang mereka kembangkan diberi nama ultrasonic espresso. Alih-alih memanaskan air hingga mendekati titik didih, metode ini menggunakan energi mekanis dari gelombang ultrasonik untuk mengekstrak rasa dan kafein dari bubuk kopi pada suhu ruang.

Gelombang Suara Jadi Pengganti Air Panas

Menariknya, hasil ekstraksi tetap mampu mencapai karakteristik espresso hanya dalam waktu kurang dari tiga menit. Prosesnya masih menggunakan keranjang espresso seperti mesin kopi pada umumnya. Bedanya, di sisi keranjang dipasang sebuah transduser logam kecil yang menghasilkan gelombang ultrasonik ketika diaktifkan.

mesin kopi  gelombang suara ultrasonik

Gelombang ini menciptakan fenomena yang disebut acoustic cavitation. Dalam proses tersebut, gelembung-gelembung mikroskopis terbentuk di dalam cairan lalu pecah dalam waktu sangat singkat.

Saat gelembung itu meledak di dekat partikel kopi, muncul tekanan mikro yang membantu mengikis permukaan bubuk kopi. Efeknya, minyak kopi, senyawa rasa, aroma, dan kafein bisa larut ke dalam air jauh lebih cepat. Dengan kata lain, sistem ini mengganti peran panas dengan agitasi mekanis berskala mikroskopis untuk mendorong proses ekstraksi.

Baca Juga: Samsung Siapkan Aplikasi Khusus Pantau Kesehatan Anabul! • Jagat Gadget

Hemat Energi Hingga 75 Persen

Bagi pengguna rumahan, menghilangkan proses pemanasan air mungkin tidak terlalu terasa manfaatnya. Namun ceritanya berbeda untuk industri minuman kopi siap saji yang memproduksi kopi dalam jumlah besar setiap hari. Tim peneliti memperkirakan metode ultrasonik dapat memangkas konsumsi energi hingga 75 persen karena tidak lagi membutuhkan proses pemanasan air.

Keuntungan lainnya adalah fleksibilitas produksi. Karena kopi dihasilkan pada suhu ruang, cairan kopi bisa langsung dicampurkan ke minuman botolan atau produk berbasis susu tanpa perlu proses pendinginan tambahan. Konsentrat kopi juga lebih mudah disimpan dan didistribusikan sebelum diencerkan kembali di lokasi tujuan.

Rasa Kopinya?

Tantangan terbesar bukan hanya menghasilkan kopi yang secara kimia mirip espresso, tetapi juga memastikan rasanya tetap meyakinkan bagi penikmat kopi. Untuk itu, tim yang dipimpin Dr. Francisco Trujillo melakukan berbagai penyesuaian, mulai dari ukuran gilingan kopi, rasio air dan kopi, hingga durasi paparan ultrasonik. Mereka menemukan waktu ideal ekstraksi berada di kisaran dua setengah hingga tiga menit.

Hasil akhirnya kemudian diuji melalui sesi blind tasting yang melibatkan sekitar 100 peminum kopi reguler. Para peserta mencicipi empat jenis kopi, yakni espresso tradisional, espresso ultrasonik, serta kopi filter versi biasa dan ultrasonik.

Hasilnya cukup mengejutkan. Mayoritas peserta tidak mampu membedakan espresso tradisional dengan espresso ultrasonik secara konsisten. Keduanya mendapat penilaian yang hampir sama dari sisi aroma, rasa, tingkat kepahitan, hingga preferensi keseluruhan. Bahkan pada kategori kopi filter, versi ultrasonik justru lebih disukai karena dianggap memiliki rasa pahit yang lebih seimbang.

Temuan ini membuka kemungkinan baru bagi industri kopi. Jika selama ini panas dianggap sebagai elemen wajib dalam pembuatan espresso, penelitian tersebut menunjukkan bahwa gelombang suara ternyata bisa menghasilkan hasil yang sangat mirip, dengan konsumsi energi yang jauh lebih rendah.

Sumber

Reviews

November 3, 2026 - 0

Review REDMI 17: Smartphone All-Rounder REDMI yang Harganya Mulai Rp 2 Jutaan?

Ini Redmi 17, smartphone terjangkau 2026 dengan harga mulai Rp…
October 20, 2026 - 0

Review Oraimo Spacebuds 2: Baterai Super Irit! TWS Berkelas dengan Desain Unik dan Fitur Menarik

Oraimo Spacebuds 2, ini TWS premium baru dari Oraimo yang…
October 16, 2026 - 0

Review Samsung Galaxy A08: Rp 2.9 Juta, Helio G99+, Update 6 Tahun, dan Bonus Bundling. Opsi Masuk Akal?

Ini Samsung Galaxy A08, penerus Galaxy A07 yang datang dengan…
October 12, 2026 - 0

Review itel A300+: Smartphone Rp 2 Jutaan 2026 Kok Kayak Begini?

Ini smartphone itel paling unik yang pernah kita review, itel…

Accessories

March 5, 2026 - 0

Update Produk RAPAtech: Aksesoris Keren! Power Bank Wireless Kencang & Charger dengan Kabel Rollable

Cari charger dan power bank yang mumpuni, aman, kualitasnya terjaga,…
February 21, 2025 - 0

Review Baseus Bowie MC1: OWS Tampilan Unik Dengan Harga Terjangkau!

Ini adalah Baseus Bowie MC1, OWS atau Open Wearable Stereo …
June 18, 2024 - 0

Review Kiip TH90: Wireless Headphone Over-Ear Rp 300 ribuan, Suara Makin Lama Makin Bagus

Mencari headphone berkualitas dengan harga terjangkau sering kali menantang, tapi…
April 23, 2024 - 0

Dua Speaker Bluetooth Tahan Air Xiaomi Terindikasi Akan Masuk Indonesia

Beberapa waktu lalu Xiaomi memperkenalkan dua speaker Bluetooth untuk keperluan…

Wearables

October 20, 2026 - 0

Review Oraimo Spacebuds 2: Baterai Super Irit! TWS Berkelas dengan Desain Unik dan Fitur Menarik

Oraimo Spacebuds 2, ini TWS premium baru dari Oraimo yang…
September 30, 2026 - 0

Review Huawei Watch GT 7 Pro: Baterai 21 Hari, Bisa untuk Android dan iPhone, Tahan Air 5 ATM

Ini adalah Huawei Watch GT 7 Pro, smartwatch flagship terbaru…
September 17, 2026 - 0

Review Anker Soundcore P42i: TWS Buat Nonton Konser Live dan Pelindung Telinga?

Ini Anker Soundcore P42i. Punya -55 dB Adaptive ANC, disebut…
August 22, 2026 - 0

Review Haylou Watch Hyper: Smartwatch Terjangkau Makin Naik Kelas?!

Ini adalah Haylou Watch Hyper, Smartwatch baru Haylou yang rasanya…