Apple Mau Minta Izin Trump untuk Beli RAM CXMT dari China
Apple disebut tengah berupaya mendapatkan izin dari pemerintahan Donald Trump untuk membeli chip memori dari perusahaan asal China, ChangXin Memory Technologies (CXMT). Ini mereka lakukan tentunya gara-gara kenaikan biaya chip memori yang masih membebani industri teknologi. Berdasarkan laporan Financial Times, Apple telah menghubungi Departemen Perdagangan AS dan sejumlah pejabat di Washington sejak lebih dari sebulan lalu untuk membahas rencana tersebut.

Perusahaan Memori CXMT Masuk Blacklist AS
Masalahnya, CXMT masuk dalam Chinese Military Company Blacklist, yaitu daftar perusahaan yang dianggap memiliki keterkaitan dengan militer China. Meski status itu tidak melarang Apple membeli chip dari CXMT, ada konsekuensi yang harus dipertimbangkan.
Jika Apple menggunakan chip dari CXMT, perangkatnya berpotensi tidak bisa dipakai dalam kontrak atau pengadaan oleh Departemen Pertahanan AS. Selain itu, CXMT juga masih berisiko masuk ke Entity List, yang dapat memutus seluruh hubungan dagang perusahaan AS dengan pemasok tersebut.
Baca Juga: Ada Celah Keamanan di Chip Apple A13 dan yang Lebih Lawas! • Jagat Gadget
Rencana Apple juga diperkirakan akan memicu penolakan dari kalangan politik. Ketua House China Committee, John Moolenaar, menilai kerja sama dengan CXMT hanya akan memperkuat posisi China dalam rantai pasok semikonduktor dan membuat industri teknologi AS semakin bergantung pada negara tersebut.
Apple Pernah Hadapi Situasi Serupa
Ini bukan kali pertama Apple menghadapi situasi serupa. Pada 2022, perusahaan juga sempat mendapat kritik keras ketika mempertimbangkan penggunaan chip memori dari YMTC untuk iPhone yang dijual di China.
Di satu sisi, Apple membutuhkan tambahan pemasok untuk menjaga pasokan chip memori di tengah tingginya permintaan global. Namun di sisi lain, keputusan tersebut berpotensi memicu tekanan politik yang lebih besar dibanding manfaat bisnis yang bisa diperoleh.
















