Review vivo X300 Ultra: Smartphone Terbaik vivo 2026

Smartphone dengan Kamera Paling Ambisius yang pernah kami review sejauh ini.
- Dari Kamera Ultra Wide, Kamera Utama, Kamera Tele, Semuanya Pakai Sensor Besar.
- Ketiga Kameranya ini, bisa merekam 4K 120 FPS dan 8K 30 FPS
- Semua Kameranya, ada OIS, ya kalian gak salah dengar, termasuk Ultra Wide nya punya OIS.
- Fitur Professional Videonya, ngeri!
- Kalau butuh tele lebih panjang lagi, vivo juga menyediakan lensa tele tambahan untuk zoom lebih jauh!
Fitur-fitur secanggih ini memang bukan untuk semua orang. Dari vivo sendiri juga mengatakan target pengguna smartphone ini adalah Young Content Creators, dan Professional Travellers.

Secanggih apa sih? Apa cuma buat yang creator creator aja? Pengguna biasa yang maunya simple point and shoot bisa juga nggak pakai ini? Langsung aja kita bedah lebih dalam, ini dia vivo X300 Ultra.
Tentang vivo X300 Ultra
Ini pertama kalinya seri Ultra nya vivo hadir resmi di Indonesia. Dulu X100 Ultra dan X200 Ultra, masih eksklusif untuk pasar china saja, tapi vivo akhirnya berani bersaing di persaingan pasar global untuk kelas Ultra. Dan kami menghargai keputusan vivo Indonesia karena mereka menilai Indonesia adalah market yang layak untuk smartphone tercanggih mereka ini.

Sejujurnya setelah tahu harganya, kami agak kaget. Karena ini jauh lebih murah dari ekspektasi kami, tadinya kami kira akan nyampe 29 juta untuk 512GB. Ternyata cuma 25.9 Juta, dan 29 Juta untuk 1TB. Dengan kondisi industri yang lagi krisis RAM dan Storage, kami masih hepi dengan harga yang ditawarkan.
Paket Penjualan pun masih lengkap.
Paket Penjualan


- unit smartphone-nya dengan screen protector sudah terpasang
- Charger 100W FlashCharge
- Kabel USB-C
- Case
- SIM Tray Ejector
- Paket Dokumen

Untuk lensa tele dan case spesialnya itu dijual terpisah.
Desain vivo X300 Ultra

Dari segi desain, sekilas mirip-mirip aja seperti vivo X300 Pro kemarin.


Sisi layar, frame dan back cover menggunakan desain flat, dengan modul kamera yang besar serta tebal jika dilihat dari samping. vivo menyebut modul kameranya dengan Metal Biscuit-Style Camera Module. Sisi back cover menuju modul kameranya didesain seakan menjadi satu kesatuan. Ada ring berwarna merah juga untuk menambah aksen warna.

Di satu sisi modul kamera yang besar ini bisa jadi tempat jari telunjuk kita bersandar. Cukup memberikan kenyamanan ekstra saat menggenggam. Modul kamera yang besar ini merupakan resiko penggunaan sensor kamera yang besar di ketiga kameranya. Kami sih suka-suka aja, gak ada masalah sama desainnya.
Material back cover dari kaca, untuk frame dari metal. Varian warna yang tersedia ada Shutter Black seperti unit kami ini. Dan ada Film Green, kalau ini desainnya agak sedikit beda karena back covernya pakai warna dual tone.


- Dimensi: 163 x 76.8 x 8.5mm
- Jika mau dihitung tebal modul kameranya ada di sekitar 16mm. Lebih tebal sedikit dari vivo X300 Pro yang di sekitar 14mm
- Bobot: vivo mengklaim bobotnya ada di 232 Gram, tapi saat kami timbang ada di 236 gram, beda sedikit.
Bukan yang tergolong ringan, tapi ini bobot yang masih tergolong wajar untuk kamera seperti ini dan baterainya sendiri juga besar di 6600 mAh.

Untuk daya tahan terhadap debu dan air, smartphone ini punya IP Rating di IP68 dan IP69. Jadi aman kalau gak sengaja kecebur dalam air dan tahan semprotan air tekanan tinggi dan suhu yang ekstrim. Tapi meskipun begitu, kami tetap kurang menyarankan smartphone ini sengaja dibawa berenang, apalagi di bawa ke laut, jangan. Sertifikasi ini hanya untuk jaga-jaga aja, dan pengujiannya juga menggunakan air bersih.
Sisi-Sisi Smartphone


Sisi Kanan: ada tombol Volume up/down dan tombol power.
Sisi Atas: Ada Grill Speaker
Sisi Kiri: polos
Sisi Bawah: SIM Tray DUAL SIM, tidak ada slot MicroSD.
Lalu ada 2 microphone, port USB-C 3.2 Gen 1, dan grill speaker. Untuk Speakernya ini stereo dengan pasangannya yang ada di bagian frame atas tadi.

Untuk kualitasnya suaranya cukup jernih, lantang, separasinya juga sudah cukup bagus. Belum jadi speaker kelas flagship paling oke menurut selera kami, mungkin bagian ini bisa jadi hal yang perlu ditingkatkan lagi oleh vivo.
Sisi Depan:

Layar
- 6.82″
- Panel LTPO AMOLED
- Resolusi 3168×1440 piksel
- Refresh Rate up to 144 Hz, adaptive dari 1-144Hz.
- Brightness diklaim sampai 4500 nits untuk Peak Brightness, tapi angka setinggi ini biasanya hanya untuk skenario tertentu.
Kalau dari pengujian kami, maximum brightness dalam keadaan Indoor nya ada di kisaran 613 nits. Sementara untuk simulasi outdoor bisa mencapai ini bisa mencapai kisaran 1700 nits. Ini sudah sangat terang untuk full screen brightness, untuk kebutuhan outdoor juga bukan masalah.

- Mode Warna layarnya ada 3:
- Vivid
- Professional
- Bright
- Untuk hasil test color gamut nya, Mode Professional dan Vivid sama sama diarahkan mendekati 100% sRGB.
Jadi ini cocok untuk mengedit foto atau video, biar warnanya tetap konsisten kalau dilihat dari layar lain. Perbedaan yang bisa kita lihat pakai mata langsung lebih ke arah white balancenya aja yang beda sedikit. Sementara untuk mode Bright lebih diarahkan ke 100% DCI P3 baik untuk Gamut Coverage maupun Gamut Volumenya. Ini cocok untuk yang sukanya cari warna gonjreng, lebih pas untuk nonton film atau main game.
- Fitur Always on Display tentunya ada ya di sini, dan ini beneran bisa diatur selalu menyala.
- Di layar ini juga ada 3D Ultrasonic Fingerprint Scanning.
- Untuk bezel layar sudah terlihat simetris di seluruh sisinya, gak ada masalah
- Overall layarnya sudah layaknya smartphone kelas ultra.
- Sedikit berharap vivo bisa ikutan kasih semacam anti reflective coating untuk pengalaman layar yang lebih baik di kondisi terang, tapi untuk saat ini masih belum, jadi pantulan cahaya cukup kentara di layarnya ini.

Lanjut kita ke atas layarnya, terdapat earpiece dan Kamera Selfie 50 MP
- Sensor ISOCELL JN5
- Ukuran 1/2.75”
- f/2.45
- Auto Focus tentunya
- Video Recording up to 4K 60 FPS.
Sisi belakang:

Ada modul triple kamera, LED Flash, dan juga logo ZEISS T*, yang artinya kolaborasi vivo dengan ZEISS masih berlanjut sampai saat ini. Dan logo ini juga penanda kameranya sudah menggunakan ZEISS T* Coating supaya kameranya minim dari flare.
Untuk kameranya sendiri terdiri dari:

200MP ZEISS Documentary Camera
- Sony LYT-901
- Ukuran 1/1.12”
- f/1.85
- Auto Focus
- OIS
- Untuk Video Recording up to 8K 30 FPS, dan 4K 120 FPS juga bisa.
- Yang unik adalah focal lengthnya, equivalent 35mm.
- Jadi ini kamera utamanya lebih ngezoom dari kamera utama smartphone lain yang biasa di 23mm atau 24mm.
- Bisa kita lihat, juga di tombol zoom kameranya, kamera utamanya adalah yang 1.5x.
- 35mm di kalangan fotografer dianggap yang paling dekat dengan mata manusia melihat kondisi sekitarnya, serta proporsi objek terasa lebih natural.
- Kalau untuk foto orang atau portrait banyak yang memilih 50mm, tapi di beberapa situasi terlalu ngezoom, jadi kurang fleksibel untuk foto pemandangan.
- Nah 35mm ini jadi sweet spot antara kedua hal itu, foto orang asik, foto pemandangan juga masih bisa.
- Sedangkan 24mm memang lebih lebar, tapi ada distorsi.
- Tapi, kamera utama 24mm yang biasa bukannya tinggal zoom dikit aja untuk mencapai 35mm? Nah, bedanya seperti apa nanti kita bahas lebih lanjut di pengujian ya.
- Yang jelas ini keputusan yang sangat berani diambil oleh vivo, sejauh ini baru vivo yang dalam tanda kutip memaksa kamera utamanya menjadi 35mm.
- Ini bikin kita butuh penyesuaian ulang di beberapa kondisi terutama di tempat yang agak sempit.

50MP ZEISS Ultra Wide-Angle Camera
- SONY LYT-818
- Ukuran 1/1.28”
- f/2.0
- Auto Focus
- Equivalent 14mm, jadi lebih lebar dari vivo X300 Pro kemarin yang di 15mm.
- Ini adalah Kamera Ultra Wide dengan sensor paling besar di industri saat ini.
- Kami senang akhirnya ada yang seserius ini di Ultra Wide.
- Yang lebih sadisnya lagi, ada OISnya.
- Belum ada lagi smartphone yang ultra wide nya di kasih OIS selain vivo.
- Video Recording up to 8K 30 FPS dan 4K 120 FPS juga bisa, ini upgrade jauh dibanding X300 Pro kemarin.
- Fakta menariknya lagi, sensor ini adalah sensor kamera utama di X300 Pro, tapi di sini digunakan untuk Kamera Ultra Wide.

200MP ZEISS Gimbal-Grade APO Telephoto Camera
- ISOCELL HP0 (nol)
- Ukuran 1/1.4”
- f/2.67
- 3.7x Optical Zoom atau equivalent sekitar 85mm.
- Auto Focus
- OIS
- Video Recording up to 8K 30 FPS dan 4K 120 FPS
Jadi bisa dilihat ya betapa monsternya ketiga kamera ini. Biasanya di smartphone lain, salah satu atau bahkan beberapa kameranya ada yang masih pakai sensor kecil. Bahkan di kelas ultra sekalipun. vivo kali ini jadi yang paling totalitas. Untuk membantu pemrosesan gambar, vivo X300 Ultra juga dilengkapi chip khusus yang namanya Pro Imaging Chip VS1+ .













