in: Featured | August 24, 2018 | by: Yufianto Gunawan

Snapdragon 660: Kelas Menengah yang Mendekati Premium

Tahun 2017 lalu, Qualcomm merilis Snapdragon 660 sebagai andalan mereka untuk kelas menengah. Saat pertama kali dirilis, SoC, atau lebih tepatnya Mobile Platform, yang satu ini memancing rasa penasaran dari banyak pihak, karena Qualcomm menyertakan cukup banyak fitur ala kelas atas, bahkan kelas premium, ke Snapdragon 660. Namun, hingga paruh awal tahun 2018 ini, SoC yang satu ini masih belum bisa dijumpai di Indonesia. Snapdragon 660 justru “dibalap” oleh adiknya, Snapdragon 636, yang diumumkan beberapa bulan setelah Snapdragon 660, untuk masuk ke pasar Indonesia.

Kini, memasuki paruh kedua tahun 2018, Snapdragon 660 akhirnya mulai terlihat di Indonesia, bukan hanya di satu smartphone saja, tetapi ada beberapa smartphone yang sudah resmi dan akan segera masuk ke Indonesia, yang mengusung SoC yang satu ini. Namun, mengingat “umur” SoC ini sudah lebih dari satu tahun sejak perilisannya, muncul pertanyaan apakah smartphone dengan SoC ini masih layak dibeli. Di artikel kali ini, kami akan mencoba membahas sedikit lebih dalam mengenai Snapdragon 660 ini dan memberikan gambaran mengenai kemampuan seperti apa yang ditawarkannya!

Snapdragon 660: Spesifikasi Ala Kelas Atas

SoC Snapdragon 660 ini bisa dikatakan merupakan yang pertama yang dibekali Qualcomm dengan fitur ala kelas atas/kelas premium, di jajaran SoC kelas menengah. Qualcomm menggunakan litografi/fabrikasi 14 nm untuk SoC ini, yang membuatnya memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan SoC kelas menengah-atas Qualcomm sebelumnya, seperti Snapdragon 653. Mari kita lihat terlebih dahulu perbedaan spesifikasi antara Snapdragon 660 ini dengan pendahulunya yang ditempatkan di posisi yang kurang lebih sama:

Snapdragon 660 Snapdragon 653 Snapdragon 625
Fab. 14 nm LPP 28 nm HPM 14 nm LPP
Number of Core 8 8 8
big.LITTLE YES YES NO
Core Cluster #1 4x Kryo 260 2.2 GHz 4x Cortex A72 1.95 GHz 8x Cortex A53 ~2.0 GHz
Core Cluster #2 4x Kryo 260 1.84 GHz 4x Cortex A72 1.44 GHz N/A
GPU Adreno 512 Adreno 510 Adreno 506
Max. Resolution QHD+ QHD FHD+
Memory Support LPDDR4 – 1866 MHz LPDDR3 – 933 MHz LPDDR3 – 933 MHz
Memory Channel Dual Dual Single
DSP Hexagon 680 Hexagon V56 Hexagon 546
Camera Support Spectra 160
Up to 25 MP; Dual ISP
Up to 21 MP; Dual ISP Up to 24 MP; Dual ISP
Video Capture Up to 4K @ 30 fps Up to 4K @ 30 fps Up to 4K @ 30 fps
Video Codec (Encode) H.264, H.265, VP8, VP9 H.264, H.265 H.264, H.265
Video Codec (Decode) H.264, H.265, VP8, VP9 H.264, H.265 H.264, H.265
LTE Category Down: Cat. 12 Down: Cat. 7 Down: Cat. 7
Up: Cat. 13 Up: Cat. 13 Up: Cat. 13
LTE Data Rate Down: up to 600 Mbps Down: up to 300 Mbps Down: up to 300 Mbps
Up: up to 150 Mbps Up: up to 150 Mbps Up: up to 150 Mbps
VoLTE YES YES YES
WiFi 802.11 AC 2×2 802.11 AC 1×1 802.11 AC 1×1
Bluetooth Bluetooth 5.0 Bluetooth 4.1 Bluetooth 4.1
USB Support USB 3.1 USB 3.0 USB 3.0
Fast Charging Quick Charge 4.0 Quick Charge 3.0 Quick Charge 3.0

 

Terlihat dari tabel spesifikasi di atas, bila dibandingkan dengan SoC dari generasi sebelumnya di kelas menengah, Snapdragon 660 ini menawarkan beberapa keunggulan, termasuk dengan disertakannya komponen dari SoC kelas atas, seperti ISP Spectra 160 dan DSP Hexagon 680. Selain itu, di sisi CPU, bila Anda ingat pembahasan terkait Snapdragon 636 kami, CPU semi-custom core yang digunakan oleh Snapdragon 660 ini hadir dengan spesifikasi yang mirip, tetapi dengan kecepatan yang lebih tinggi, menjanjikan performa yang lebih tinggi. Namun, sebelum membahas terkait performa, kami akan terlebih dahulu membahas komponen yang ada di SoC yang satu ini!

Kryo 260: Motor Utama yang Kencang!

Core besutan Qualcomm, Kryo, sebelumnya dirancang untuk digunakan di SoC kelas atas Qualcomm, Snapdragon 800 Series. Namun, di Snapdragon 660 ini, untuk pertama kalinya, semi-custom core itu digunakan Qualcomm di kelas menengah, yaitu dengan menghadirkan CPU Kryo 260. Kryo 260 di Snapdragon 660 sendiri merupakan CPU dengan konfigurasi octa-core, yang terdiri dari 2x Kryo 260 Gold 2.2 GHz dan 4x Kryo 260 Silver 1.84 GHz. Kryo 260 Gold sendiri diturunkan dari Cortex A73, sementara Kryo 260 Silver diturunkan dari Cortex A53. Penjelasan terkait semi-custom core sendiri bisa dilihat di artikel yang pernah kami buat sebelumnya.

Hadirnya Kryo 260 di Snapdragon 660 ini akan membawa performa ala kelas premium ke kelas menengah, mengingat kombinasi 4x Cortex A73 + 4x Cortex A53 ini pun masih digunakan di SoC kelas atas yang ada di smartphone premium tahun 2018 ini. Qualcomm sebelumnya menghadirkan core kelas atas seperti ini di Snapdragon 650 Series. Namun, karena Snapdragon 650 Series masih diproduksi dengan litografi lawas yang belum sebaik 14 nm LPP yang digunakan di Snapdragon 660, kemampuan yang ditawarkan belum maksimal dan performanya masih belum setinggi yang diharapkan. Snapdragon 660, dengan proses produksi yang sudah jauh lebih baik, tentunya akan menghadirkan performa yang jauh lebih tinggi.

Kryo 260 sendiri sebenarnya juga digunakan Qualcomm di Snapdragon 636. Namun, di Snapdragon 660, Kryo 260 yang ditawarkan memiliki kecepatan yang lebih tinggi. Selain itu, Snapdragon 660 hadir dengan dukungan RAM yang lebih kencang, membuatnya bisa menawarkan performa CPU lebih tinggi dari Snapdragon 636, yang sebenarnya sudah bisa dikatakan kencang di kelas menengah. Semua hal itu membuat Snapdragon 660 ini memiliki motor utama yang kencang sekali untuk bersaing di kelas menengah.

Adreno 512: Kemampuan 3D yang Lebih Baik Lagi

Bukan hanya CPU kencang, Qualcomm juga membekali Snapdragon 660 dengan GPU yang kencang, yaitu Adreno 512. GPU ini disebut akan menghadirkan pengalaman visual yang lebih baik, dengan kemampuan pengolahan 3D yang lebih baik lagi. Tentu saja, hal ini akan berpengaruh ke kemampuan smartphone dengan Snapdragon 660 dalam menjalankan game. Adreno 512 akan membuat game bisa dijalankan dengan sangat baik, terbaik di antara SoC kelas menengah Qualcomm lain yang sudah digunakan di smartphone yang ada saat ini, menawarkan pengalaman yang sangat baik.

Hadirnya Adreno 512 di Snapdragon 660 ini bahkan bisa membuat smartphone dengan harga yang relatif terjangkau pun bisa merasakan layar dengan resolusi tinggi, mencapai QHD+/1440p. Memang, Qualcomm telah mempersiapkan GPU Adreno 512 ini untuk menangani pemrosesan visual hingga resolusi yang cukup tinggi itu, bahkan untuk game sekalipun. Hasilnya, tampilan yang lebih tajam di layar akan bisa didapatkan, sementara untuk smartphone yang masih menggunakan resolusi Full HD+/1080p, gaming yang lebih mulus akan bisa dirasakan.

Hexagon 680: DSP Unggulan di Kelas Menengah

Beralih ke DSP, komponen yang sangat penting karena akan terlibat di berbagai fungsi smartphone, terutama saat kondisi penghematan daya, Qualcomm menghadirkan komponen dari SoC kelas atas mereka untuk memperkuat Snapdragon 660. DSP yang digunakan SoC ini adalah Hexagon 680, DSP yang sama dengan yang ada di Snapdragon 820/Snapdragon 821. Dengan DSP yang diturunkan dari SoC kelas atas ini, SoC Snapdragon 660 akan mengusung DSP yang bisa dikatakan terdepan, unggulan di kelas menengah. Berbekal DSP unggulan tersebut, Qualcomm pun menghadirkan AI Engine di SoC yang satu ini!

AI Engine: CPU, GPU, & DSP untuk Akselerasi Performa

Hadirnya AI Engine di Snapdragon 660 merupakan yang pertama kalinya fitur tersebut hadir di SoC kelas menengah. AI Engine ini memungkinkan berbagai proses, terutama yang terkait dengan on-device artificial intelligence, dilakukan dengan lebih kencang, lebih efisien. Hal itu dimungkinkan karena AI Engine bisa mengatur suatu proses apakah akan dikerjakan oleh CPU Kryo 260, GPU Adreno 512, atau Hexagon Vector eXtensions (HVX) di DSP Hexagon 680, sehingga efisiensi penyelesaian proses tersebut lebih baik.

Qualcomm menyebutkan bahwa AI Engine ini akan bisa dinikmati dalam berbagai hal. Salah satu yang paling umum digunakan adalah di kamera, di mana parameter pemotretan bisa disesuaikan secara otomatis sesuai dengan objek yang ada di foto. Hal seperti ini sudah umum dijumpai di smartphone kelas atas, tetapi baru mulai bisa dirasakan di smartphone kelas menengah. Namun, bukan itu saja, masih ada banyak penerapan AI Engine, serta kemampuan on-device artificial intelligence yang bisa dinikmati, saat ini maupun ke depan, seperti untuk audio, gaming, serta keamanan perangkat, dan berbagai hal lain sesuai dengan pengembangan yang dilakukan produsen smartphone.

ISP Spectra 160 dan Komponen Ala Kelas Atas Lain

SoC Snapdragon 660 ini juga dibekali dengan ISP Spectra 160, yang merupakan ISP yang diturunkan dari SoC kelas atas Qualcomm. ISP yang terbilang kencang ini mendukung hadirnya respon kamera yang cepat, baik dari autofocus maupun shutter speed, dengan kualitas hasil foto ataupun video yang lebih baik. Spectra 160 di Snapdragon 660 ini mendukung penggunaan sensor kamera hingga 25 MP untuk single-camera, atau 2x 16 MP untuk dual-camera.

Selain ISP Spectra 160 tersebut, Qualcomm juga menawarkan fitur ala SoC kelas atas lain di Snapdragon 660, termasuk dukungan untuk LTE Cat. 12 untuk downlink/Cat. 13 untuk uplink dari modem Snapdragon X12 LTE, yang juga digunakan di SoC kelas atas Qualcomm. Ada pula dukungan untuk Quick Charge 4.0 dan WiFi AC 2×2. Hal-hal tersebut bila diterapkan oleh produsen smartphone di produk mereka akan bisa menawarkan kemampuan seperti yang ditawarkan SoC kelas atas di smartphone kelas atas.

Performa Snapdragon 660

Sekarang, mari kita bahas performa yang bisa ditawarkan oleh Snapdragon 660. Kami menyertakan juga hasil pengujian dari beberapa SoC lain, dari kelas menengah dan kelas atas, untuk memberikan gambaran di mana posisi Snapdragon 660 ini. Benchmark yang kami gunakan kali ini adalah AnTuTu 6.0.1, AnTuTu 7.0, Geekbench 4, dan 3DMark Ice Storm Unlimited. Berikut ini hasilnya:

Berdasarkan pengujian yang kami lakukan, terlihat bahwa Snapdragon 660 ini unggul cukup jauh dari Snapdragon 653, yang merupakan SoC kelas menengah pendahulunya yang diposisikan di kelas yang kurang lebih sama. Sementara di antara SoC kelas menengah yang ada saat ini, Snapdragon 660 juga terlihat unggul, baik dari sisi CPU maupun GPU. Menariknya, Snapdragon 660 ini pun menjadi SoC kelas menengah dengan performa yang paling dekat dengan SoC kelas atas, dari generasi sebelumnya.

Melihat performa dari Snapdragon 660 ini, yang konsisten berada di atas SoC lain di kelas menengah yang ada saat ini, serta bisa mencapai 50% di atas pendahulunya, Snapdragon 653, di pengujian-pengujian tertentu, terlihat bahwa SoC yang satu ini masih sangat menarik dan menawarkan kemampuan yang sangat mumpuni untuk berbagai kebutuhan saat ini. Selain itu, jajaran fitur ala SoC kelas atas yang diusungnya juga menjadi nilai lebih tersendiri, seperti AI Engine, Quick Charge 4.0, serta modem X12 LTE. Jadi, Snapdragon 660 tetaplah sebuah SoC yang sangat menarik, yang bisa menawarkan kemampuan seperti sebuah smartphone kelas atas untuk sebuah smartphone kelas menengah, yang bisa saja hadir dengan harga menarik yang masih terjangkau.

Vivo V9 6GB: Pertama di Indonesia dengan Snapdragon 660

Seperti yang sempat kami sebutkan di awal artikel ini, Snapdragon 660 kini sudah hadir dalam smartphone yang dipasarkan secara resmi di Indonesia. Salah satu yang mengusung SoC kelas menengah menarik tersebut adalah Vivo V9 6GB. Ya, khusus di varian khusus dengan RAM 6 GB tersebut, Vivo menawarkan Snapdragon 660 di smartphone tersebut!

Vivo V9 6GB mengusung layar 6.3″ dengan resolusi Full HD+, dengan desain yang terbilang modern, dengan notch di bagian atas layar. Smartphone ini dibekali dengan storage 64 GB, baterai 3260 mAh, WiFi AC, serta Dual-Nano SIM. Sementara untuk kamera, smartphone ini memiliki kamera utama dual-camera dengan sensor 13 MP + 2 MP, serta kamera selfie 12 MP.

Produk Vivo V9 6GB
Layar 6.3” FHD+ 19:9 (2280 x 1080 piksel)
SoC/Processor Snapdragon 660
Octa-core (4×2.2 GHz Kryo 260 & 4×1.8 GHz Kryo 260)
GPU Adreno 512
Memory/Storage 6 GB/64 GB
Baterai 3260 mAh
Konektivitas Dual-SIM Nano, Micro SD, 2G/3G/4G, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, Wi-Fi Hotspot, Bluetooth 4.2
Kamera Kamera belakang: 13 MP + 2 MP, PDAF, LED Flash
Kamera selfie: 12 MP
Sistem Operasi Android 8.1 “Oreo” + Funtouch OS 4.0
: , ,

COMMENTS