Review iQOO 11: Smartphone Snapdragon 8 Gen 2 & Ray Tracing Pertama Resmi Indonesia
Uji Performa
Benchmark
Di dalam setting baterai terdapat pengaturan mode performa, ada Power Saving, Balanced, dan Monster. Disini kita tes dengan 3 skenario, Balanced, Monster, dan Monster + Kipas.

- AnTuTu 9: skornya tinggi sekali, sudah mendekati hasil tes kami saat pakai unit reference qualcomm di Hawai. (1281756)
| Balanced | Monster | Monster + Kipas |
| 1254089 | 1261254 | 1269035 |

- Geekbench 5: sedikit dibawah harapan kami, karena kalau dari skor unit Qualcomm Reference Design kemarin, mestinya multi corenya bisa 5000an. Kemungkinan, iQOO menahan performa prosesor atau core Prime-nya. Tapi untuk GPU masih tetap dibiarkan kencang, hingga Antutu-nya tadi tinggi skornya.
| Balanced | Monster | Monster + Kipas |
| SC 1353
MC 4774 |
SC 1421
MC 4864 |
SC 1476
MC 4830 |
- GFXBench Car Chase Offscreen 1080p: skornya tinggi sekali, yang bisa mendekati hanya Snapdragon 8+ Gen 1 dengan hasil di 100 FPS, tapi karena kita belum punya sample 8 Gen 2 lain, kita belum bisa menyimpulkan apakah ini memang skor maksimumnya apa bukan.
| Balanced | Monster | Monster + Kipas |
| 128 FPS | 129 FPS | 129 FPS |
- 3DMark Wild Life Stress Test: sayangnya stabilitynya agak kurang disini, lagi-lagi performanya disini tertahan.
Saat dikipasin juga meskipun stabilitynya bisa naik, tapi belum mencapai 90% keatas. Mungkin pendinginan coolernya kurang maksimal karena back covernya dari leather.
| Balanced | Monster | Monster + Kipas |
| Best loop score: 13179
Lowest loop score: 7563 Stability: 57.4% |
Best loop score: 13360
Lowest loop score: 7558 Stability: 56.6% |
Best loop score: 13688
Lowest loop score: 10805 Stability: 78.9% |
- CPU Throttling Test: Lagi-lagi, performanya ditahan disini, untungnya throttlingnya gradual atau bertahap, bukan yang tiba-tiba drop secara ekstrim seperti di beberapa smartphone lain.
| Balanced | Monster | Monster + Kipas |
| 79% | 77% | 91% |
Dari benchmark-benchmark tadi terlihat sudah luar biasa kencang tapi performanya agak sedikit tertahan.
Gaming

IQOO menyematkan fitur-fitur pendukung gaming didalam Game Sidebar yang bisa kita akses dengan cara slide dari sisi layar seperti ini. Pastikan game sudah masuk dalam Ultra Game Mode terlebih dahulu supaya kita bisa akses menunya ini. Di dalamnya terdapat berbagai fitur pendukung gaming termasuk pengaturan mode performa juga tersedia disini.
Biar lebih sederhana, kita langsung pakai Monster Mode aja ya untuk pengujian gaming kali ini.

Genshin Impact
- Setting Highest 60, kita pakai travelling 30 menit
- Hasilnya kita bisa mendapatkan average di 54.9 FPS.
- Ini terhitung hasil yang oke, tapi dari grafik framerate ini mengindikasikan kalau performanya diturunkan di sekitar menit ke enam.
- Yang tadinya nyaris rata 60 FPS, tiba-tiba jadi mengalami fluktuasi kisaran 45-56 FPS.
- Jika dibandingkan smartphone yang pakai Snapdragon 8 Gen 1, ini hasil yang terbilang jauh lebih baik. Tapi jika dibandingkan smartphone yang pakai Snapdragon 8+ Gen 1, hasilnya terbilang mirip-mirip aja. Harapan kami Snapdragon 8 Gen 2 ini bisa lebih dari ini.
Kami pun penasaran, masa iya karena suhu? Soalnya di tangan tidak terasa panas, cuma anget-anget tipis aja. Saat kita cek suhunya ternyata di sisi layar terpanas cuma di 40°C dan di back cover sisi terpanasnya cuma 40°C. Segini sih belum panas.

- Jadi, bagaimana kalau dikipasin?
- Nah ternyata hasilnya meningkat, dari yang averagenya di 54.9 FPS sekarang jadi 59 FPS. Nah ini baru luar biasa. Seperti yang kalian lihat performanya tidak turun-turun lagi seperti tadi.
Sedikit catatan kalau kalian lihat di grafik ini ada turunan tajam seperti ini itu hanya stutter-stutter kecil yang umum terjadi di Genshin, di smartphone manapun ini umum terjadi, yang penting tidak sampai mengganggu gameplay.
Sejujurnya ini hasil yang kami harapkan tanpa menggunakan pendingin ekstra karena IQOO ini adalah brand yang fokus di performa. Menurut kami IQOO mengatur limit suhunya terlalu rendah. Supaya performa tingginya bisa lebih tahan lama, naikin sedikit lagi limitnya mestinya oke ya.
Untuk ranking Genshin, kalau tanpa kipas rankingnya S minus ya, frameratenya sudah sangat tinggi tapi terlalu cepat throttling. Tapi jika pakai kipas rankingnya S+, luar biasa.
PUBGM

Setting maksimum yang terbuka adalah HDR Extreme atau UltraHD Ultra. Setting 90 FPS belum terbuka disini.
Kita mainkan di HDR Extreme, hasilnya ya 60 FPS rata. Semoga kedepannya ada update setting lebih tinggi lagi dari developernya.
Gyro aiming gimana? Ya lancar juga tentunya ya, ini kan smartphone kelas atas, ya kali gyronya dipangkas.
Untuk game shooter seperti ini kita bisa manfaatkan juga fitur Pressure Sensitive Screen, dimana kita bisa menekan layar lebih kuat untuk menjalankan tombol virtual di layar. Kita bisa atur key mappingnya lewat Game Sidebar, lalu pilih Pressure Sensitive Screen, dan atur tombolnya mau diarahkan kemana.
Misalnya disini kita contohkan setengah layar kiri untuk ngeker, dan setengah layar kanan untuk nembak. Ini cukup membantu supaya area tombol jadi lebih besar juga, sering kali dengan tombol sebanyak ini di layar ada aja kejadian salah pencet, dengan ini bisa sedikit membantu.
APEX Legends

Setting maksimum yang bisa didapat adalah grafis ExtremeHD + Ultra atau Original + Normal.
Karena 60 FPS lebih enak untuk game shooter, kita pakai setting ExtremeHD + Ultra.
Saat dimainkan hasilnya 60 FPS rata tanpa frame drop yang mengganggu, sudah kita tes mainkan 3 match berturut-turut juga masih lancar-lancar aja aman.
Honkai Impact 3

Setting kita setel di Max dan kita mainkan di stage Post Honkai Odysey 2.
Untuk saat ini setting framerate maximum masih di 60 FPS, opsi 90 FPS belum tersedia disini.
Framerate yang didapat adalah kisaran 40-50 FPS saat lagi travelling, tapi kalau battle fluktuasinya bisa di kisaran 35-45 FPS. Entah memang dari IQOO softwarenya masih butuh optimalisasi atau memang game ini belum optimal di SoC baru ini.
Soalnya dari pengalaman kami nyobain honkai di smartphone yang pakai Snapdragon 8+ Gen 1 hasilnya bisa lebih baik dari ini.
Mobile Legend

Setting grafis yang terbuka ada di Ultra tapi sayangnya setting Refresh Ratenya mentok di High, yang artinya kita cuma bisa mendapatkan 60 FPS aja disini.
Kalau segini ya terlalu enteng, lagi-lagi karena SoC yang terlalu baru ya, dan kami berharap sih dari IQOO nya ada kerja sama khusus dengan developer gamenya juga.
Modern Warships

Sebelum masuk ke game ini, setel dulu refresh rate layar ke High, supaya gamenya bisa jalan diatas 60 FPS. Karena kalau pakai smartswitch atau yang merupakan setting defaultnya, saat masuk ke game ini Refresh Rate otomatis diturunkan ke 60Hz.
Nah sekarang kita coba mainkan dengan setting ultra + fps di 120 + semua efek nyala. Framerate yang didapat lancar di 120 FPS nyaris rata, fluktuasinya hanya kisaran 110-120 FPS meski sudah ramai sekalipun.
Subway Surfer

Mirip seperti modern warship tadi, kita harus setel refresh rate ke High dulu baru saat masuk game ini dan Game ini bisa jalan 120 FPS mulus lancar.
Oke dari pengujian game ini, terbukti Snapdragon 8 Gen 2 disini punya performa yang luar biasa kencang.
Tapi kami berharap lebih untuk IQOO karena brand ini fokus utamanya ada di performa:
- Harapan yang pertama, batas suhunya harusnya bisa lebih tinggi lagi, gamer mau bermain game yang lancar untuk waktu yang lama. Kalau performanya cepat sekali diturunkan, rasanya jadi mirip seperti flagship-flagship biasa.
- Kemudian kerja sama dengan banyak developer game. Akan lebih baik kalau ada kerja sama khusus dengan mereka untuk optimalisasi performa game dan juga supaya setting-setting grafisnya bisa lebih tinggi lagi.
- Lalu akan lebih baik kalau IQOO punya FPS Counter bawaan. Dari jajaran smartphone android kelas atas, tinggal vivo dan IQOO yang belum punya, pengguna umum jadi tidak bisa mengukur performa gamenya seperti apa.
Kalau bahas Snapdragon 8 Gen 2, pasti banyak juga dari kalian yang penasaran kan, Game Ray Tracingnya mana?
Game resmi belum ada yang diluncurkan, harusnya segera ya. Kan sudah didemokan di Hawaii.
Tapi, Kita bisa lakukan pengujian dengan demo Ray Tracing dari Qualcomm yang judulnya adalah Artifact.

Dengan demo ini, kita akan cek, bagaimana bebannya di iQOO 11 yang pakai Snapdragon 8 Gen 2 dan bagaimana efeknya ke suhu smartphone.


Kita mulai dari Ray Tracing Off, kita nyalakan demo ini selama 30 menit:
- Framerate rata di 60 FPS sampai menit ke 19, kemudian mulai throttling. Frameratenya bergerak di kisaran 50-60 FPS. Mayan berat ya demo ini.
- Suhu layar terpanas di 40°C, dan suhu bodi belakang terpanas di 41°C. Waduh kok sudah mirip-mirip seperti di Genshin ya.
- Ini TANPA Ray Tracing ya.


Sekarang kita nyalakan Ray Tracingnya, dan kita jalankan demo ini selama 30 menit:
- Framerate rata di fluktuatif kisaran 35-60 FPS. Hasilnya berbeda-beda tergantung skenario demonya. Seiring waktu performanya turun sedikit demi sedikit, setelah 5 menit frameratenya jadi kisaran 28-45 FPS.
Lalu setelah 20 menitan sampai 30 menit frameratenya ada dikisaran 25-35 FPS.
Yang di rem disini CPU nya, GPU nya ngegas 100% dari awal sampai selesai. Jadi terlihat disini beban Ray Tracing ini lumayan berat. Jadi wajar kalau dia belum bisa 60 FPS rata. Paling tidak selama masih bisa jalan di 30an FPS, masih oke.
Suhu layar terpanas di 38°C, dan suhu bodi belakang terpanas di 40°C. Sepertinya karena sudah kena throttling di 5 menit awal, suhunya setelah 30 menit jadi sedikit lebih adem. Tapi ini hal yang sangat wajar kalau mode Ray Tracing bikin suhu lebih cepat naik karena bebannya juga berat.
Tapi, dari yang kami lihat di sini, panas yang dihasilkan demo Ray Tracing ini masih mirip dengan game terberat di Android, saat di-setting ke rata kanan. Masalah suhunya mau dijaga berapa itu balik lagi tergantung si produsen smartphonenya ya, kalau di IQOO ini dijaga biar gak lebih dari 41°C, produsen lain bisa saja berbeda.

Kita juga sudah iseng nyobain demo ini di smartphone yang pakai 8+ Gen 1 dan hasilnya ya tidak bisa jalan Ray Tracing-nya, data dari PerfDog juga bisa menunjukkan unit Ray Tracingnya aktif atau tidak.
Jadi, benar-benar jalannya di Snapdragon 8 Gen 2.
Kalo ada yang nanya soal Minecraft, di Android itu belum idup ya Ray Tracing-nya. Belum ada janji apa-apa juga. Dan ingat, semua game yang mau pakai Ray Tracing, harus melakukan penyesuaian dulu di game-nya.

Pada akhirnya kami ucapkan selamat datang teknologi Ray Tracing ke smartphone, semoga Qualcomm dan developer game bisa segera mengoptimalkan teknologi ini ke game mereka supaya konsumen juga bisa merasakan langsung.
Bagi developer, ini juga awal yang baik untuk menghadirkan kualitas game yang lebih tinggi..
Tes Baterai [5000mAh]

- Saat pengujian menggunakan MX Player yang biasa kami gunakan, sayangnya ada sedikit kendala dimana videonya bisa tiba-tiba dimatikan sendiri, padahal semua setting baterai sudah kita set supaya tidak ada restriction
- Jadi sebagai alternatif video playback kami menggunakan YouTube Playback.
- Hasilnya kita bisa mendapatkan 27 jam 6 menit.
- Streaming Youtube 1080p non HDR 30 Menit: 3%
- Tiktok 30 Menit: 3%
- Genshin Impact 30 Menit (Highest – 60): 15%
Ini adalah hasil yang tergolong cukup baik, mengingat potensi performa yang ditawarkan.
Charging Test
Di setting baterai terdapat opsi Fast Charging yang by default dia tidak aktif. Mari kita lihat bedanya antara fast charging off dan on.
Fast Charging Off

- 0-50%: 9 Menit
- 0-Full: 26 Menit
Fast Charging On

- 0-50% = 7 Menit
- 0-Full = 23 Menit
Bedanya cuma sedikit ternyata, dengan mode fast charging off saja sudah kencang luar biasa.
Hasil Kamera



| + | – |
| • Hasil foto dan video kamera utamanya saat low light cukup baik
• OIS membuat pengalaman fotografi malam minim blur • Video kamera utama bisa stabil sampai 4k 60 • Shutter lag yang sangat cepat • Kamera utamanya menghasilkan natural bokeh yang cukup terasa • Portrait Mode yang fleksibel, bisa pakai 1x atau 2x termasuk juga di video • Tersedia Pro Mode untuk foto dan video • Framerate Pro Mode Video yang lengkap |
• Video selfie tidak ada stabilizer
• Video kamera selfie, ultra wide dan tele hanya sampai 1080p 30 saja • Warna antar kamera kurang konsisten • Kamera Ultra Wide dan Tele kurang bisa diandalkan saat low light • Dynamic Range video belum oke • Bokeh Video baru bisa sampai 1080p 30 saja, belum bisa 4k padahal SoC nya mampu • Kamera Tele tidak ada OIS |
Tes Lain-Lain

- Netflix: bisa playback Full HD, tapi belum mendukung HDR
- Touch Delay: gak masalah, aman dipakai main realdrum juga gak ngerasain delay yang mengganggu
- Haptic Feedback: IQOO 11 ini menggunakan Dual X-Axis Linear Motor, selain memberikan pengalaman haptic yang nyaman saat navigasi atau ngetik, getarannya ini juga bisa berfungsi saat lagi gaming. Misalnya di game PUBG, saat kita kena tembak, nanti ada efek getarnya dan getarannya ini juga menyesuaikan posisi sumbernya, misalnya kena tembak dari kanan, nanti getarannya akan lebih terasa di bagian kanan smartphonenya, begitu juga sebaliknya.
















