Review vivo X300 Pro: Kamera Smartphone Terbaik 2025
Spesifikasi Internal

- SoC: MediaTek Dimensity 9500
Ini adalah SoC kelas flagship terbaru dari Mediatek, sekaligus yang paling kencang saat video ini dibuat. SoC ini dibuat menggunakan teknologi fabrikasi 3nm dari TSMC.
- RAM: 16 GB LPDDR5X
- Storage: 512 GB UFS 4.1
Tidak ada varian RAM Storage lain, hanya satu ini aja.
- Baterai 6510 mAh BlueVolt Battery
- Untuk Charging-nya, smartphone ini mendukung 90W FlashChar. Ini untuk charging dengan kabel ya.
Sementara untuk Wireless Charging, ada dukungan hingga 40W. Tapi kalau mau kecepatan maksimal harus pakai charger wireless dari vivo, untuk saat ini sayangnya belum hadir di Indonesia. Kalau butuh reverse wireless charging juga ada.
- Bypass Charging juga tersedia di sini.
- Sensor-Sensor: lengkap dong ya, gak ada yang dipangkas kalau flagship seperti ini, sensor esensial ada semua.
- Cooling System: Vapor Chamber, dengan ukuran 4000mm
- Fitur Keamanan: 3D Ultrasonic Fingerprint Scanning, dan Face Unlock

Konektivitas
- 2G, 3G, 4G, dan 5G
- Support eSIM
- Wi-Fi 7
- Support Wi-Fi Sharing
- Bluetooth 6.0
- Bluetooth Codec sayangnya untuk saat ini opsi bluetooth codecnya tidak bisa dipilih, jadi kita hanya bisa pakai codec default TWS atau Headphone yang kita pakai.
- NFC Multifunctions
- Port USB-C pakai USB 3.2 Gen 1.
Jadi kecepatan transfer file nya jauh lebih kencang ketimbang USB 2.0. Untuk display out via USB-C jelas bisa, tinggal colok aja ke monitor eksternal atau TV, nanti layar bisa di mirror.

OS: OriginOS 6, berbasis Android 16
Terkait Android Update, vivo menjanjikan 5 kali Android Update dan 7 Tahun Security Update. Terkait fitur dan perubahan dibanding FuntouchOS ada banyak sekali, terutama dari sisi visual.
Kami coba bahas perubahan yang menurut kami menarik dan fungsional.
- Pertama, tampilan panel notifikasi dan control center berubah, di awal kita diberikan opsi mau digabung atau dipisah.
Jadi tinggal dipilih sesuai selera saja, kalau menurut kami digabung adalah opsi yang lebih oke.
- Lalu tampilan setting sekarang lebih rapi dan berwarna, serta tidak terlalu banyak teks.
- Penggunaan font juga lebih berkarakter.
- Bahasa desainnya konsisten untuk semua aplikasi bawaan vivo.
- Dari sisi editor di gallery bawaan, perbaikan sederhana ada pada watermark.
Di fFuntouch OS sebelumnya, ketika edit foto yang ada watermark, watermark nya malah ngikut, jadi misalnya fotonya ubah derajat kemiringannya, maka watermarknya juga jadi ikut miring, ini cukup mengganggu. Di OriginOS, ini sudah diperbaiki, saat masuk editor, watermark akan dipisah, ketika selesai diedit watermarknya baru akan muncul lagi.

Kalau soal navigasi yang lebih smooth, dan efisiensi baterai, itu agak sulit dibuktikan, karena sejak Funtouch OS menurut kami sudah baik-baik saja.
- Untuk fitur AI juga sudah banyak, ada AI Subtitles, AI Eraser, AI Live Call Translation, dan seperti yang ada di X200 Pro sebelumnya.
Selengkapnya bisa langsung simak saja pada video review berikut ini:
















