Review Moto Razr Fold: Smartphone Foldable Terbaik Motorola 2026

Moto Razr Fold akhirnya resmi masuk Indonesia.
Ini adalah smartphone lipat model Fold atau berlayar besar pertama dari Motorola:
- Bodinya lumayan tipis niiih
- Tapi baterainya termasuk paling besar di kelas foldable, 6000 mAh
- Kameranya juga serius banget, ultra wide, normal sampai telephoto nya semua 50MP dan Autofocus.
- Bahkan kameranya sampai dapat sertifikasi DXOMARK
- Ada layar cover yang bisa terang banget dan refresh rate tinggi sampai 165Hz.
- Update OS sampai 7 Tahun
- Softwarenya pun dijanjikan tetap kaya fitur produktivitas ala Motorola
Akhirnya ada angin segar di persaingan foldable ya, jadi isinya gak cuma itu-itu aja. Tapi apakah hape flagship foldable ini cocok untuk kalian? Simak dulu review kami kali ini!
Tentang Motorola Razr Fold

Razr Fold ini sebenarnya nama yang agak unik. Selama ini Razr identik dengan desain flip/clamshell, tapi sekarang Motorola memperluas lininya dengan model lipat buku, contohnya seperti Razr 60 yang pernah kita review kemarin. Razr Fold diposisikan sebagai flagship foldable paling atas dari Motorola, langsung menyasar segmen foldable kelas premium. Fokusnya di layar besar, baterai jumbo, dan fitur produktivitas.
Persaingan seperti apa yang diberikan motorola kali ini? Kita mulai dari paket penjualannya dulu.
Paket Penjualan

- Unit smartphone
- Charger 90W
- Kabel USB Type C
- Case
- SIM Tray Ejector
- Dan paket Dokumen
Desain

Dari segi desain, Razr Fold ini tetap menggunakan bahasa desain yang mirip dengan semua lini motorola yang ada saat ini. Terutama di sisi modul kameranya, kalau kita lihat sebelahan sama Motorola Signature. Ada yang bilang kayak kompor, ada yang bilang kayak kemasan obat, ya itu masalah selera. Tapi bagi kami ini adalah konsistensi yang membuat desainnya berkarakter.

Ada dua opsi warna:
- PANTONE Lily White seperti unit kami ini.
- Dan ada PANTONE Blackened Blue, yang sepenglihatan kami sih ini warna hitam ya.
Material back cover agak beda tergantung warnanya.
- Lily White pakai polikarbonat.
- Blackened Blue pakai vegan leather dengan tekstur anyaman
Untuk sisi frame dari metal.

- Dalam kondisi tertutup, Tingginya 160.05
- Lebar 73.6mm dan Ketebalan di 10.04 mm
- Bobotnya di kisaran 243 gram.
Saat digenggam dalam kondisi tertutup, rasanya seperti lagi pegang smartphone biasa yang non foldable. Bodi juga terasa premium berkat frame metal-nya.
Saat dibuka, bodinya tipis banget.
- Tinggi 160.1mm, Lebar 144.5mm, Ketebalannya cuma di 4.7 mm.
- Rekor foldable tertipis masih di 4.2mm, tapi 4.7mm sudah tergolong tipis.
Bodinya sudah tersertifikasi IP46, IP48 dan IP49 untuk ketahanan debu dan cipratan air.
- 4 Artinya belum tahan debu tapi sudah tahan dari partikel-partikel kecil.
- 6 artinya tahan semprotan air bertekanan rendah.
- 8 Artinya sudah diuji ditenggelamkan kedalam air bersih sedalam 1 setengah meter selama 30 menit.
- 9 Artinya sudah diuji semprot dengan water jet bersuhu ekstrim.
Meskipun begitu kami tidak menyarankan smartphone ini untuk dibawa berenang apalagi kena air laut, jangan!
Sekarang kita lihat sisi-sisinya dalam kondisi terbuka.
Sisi Kanan: Tombol Power sekaligus Fingerprint Scanner, Tombol Volume up/down
Sisi Atas: Microphone dan Grill Speaker Stereo bagian atas.
Sisi Kiri: Ada AI Key, sebuah tombol khusus untuk memanggil Moto AI.
Sisi Bawah: Grill Speaker, SIM Tray Single SIM.
Ya, untuk SIM fisik hanya bisa satu, jika butuh Dual SIM, SIM keduanya bisa pakai eSIM. Disebelah slot SIM ada microphone, dan Port USB C 3.2 sekaligus DisplayPort 1.2. Artinya kecepatan transfernya kencang dan punya kemampuan display out ke monitor atau proyektor.

Dari segi audio, speakernya sudah menggunakan dua speaker di atas dan bawah. Untuk sebuah smartphone tipis, kualitas audionya cukup mengesankan menurut kami. Suaranya lantang, jernih, dan rapi meskipun untuk mendengarkan musik yang ramai sekalipun.

Sisi Layar Utama:

- Layar 8.1″
- Resolusi 2484 x 2232 piksel
- Aspect Ratio 8:7.2
- Refresh Rate up to 120 Hz
- Sejauh pengujian kami refresh ratenya bisa adaptive dari 1-120Hz.

- Sudah Pantone Validated Color, mendukung 10-bit color, 100% DCI-P3, Dolby Vision, dan HDR10 Plus.
- Diklaim mendukung brightness up to 6200 nits. Saat kami uji, di kondisi indoor bisa kisaran 500 nits. Simulasi outdoor bisa sampai kisaran 1500 nits. Angka klaim itu biasanya cuma untuk pengujian khusus, bukan menggambarkan kondisi umum.
- Dari segi warna layar, disediakan tiga mode warna, ada Natural, Radiant dan Vivid.
- Natural lebih diarahkan ke 100% sRGB, cocok untuk editing konten.
- Radiant lebih diarahkan ke 100% DCI P3, cocok untuk nonton film atau main game.
- Sedangkan Vivid Color Gamutnya coverage di 99.9% DCI P3, dan Volumenya di 134% DCI P3.

-
- Secara kasat mata, Vivid ini memang ngasih warna paling gonjreng, menurut kami mode ini cocoknya untuk kalian yang suka warna yang lebih mencolok, lebih pekat di mata, apa yang kita lihat bisa terlihat lebih cerah dibanding warna yang ditujukan oleh pembuat konten.
- Hal yang kami apresiasi dari layar utama ini adalah posisi kamera selfienya.
- Posisinya tepat dipojokan, ini bikin pengalaman nonton video jadi gak ada gangguan titik hitam di layar.

- Untuk kamera selfienya sendiri ini adalah Kamera 32MP f/2.4 dan punya sudut pandang yang cukup lebar equivalent di lensa 22mm.
- Lensanya Fixed Focus.
- Perekaman video up to 4K 60 FPS.
Sekarang kita beralih ke sisi layar covernya.

Sisi Layar Cover:
- Layar 6.6″
- Resolusi 2520 x 1080 piksel
- Aspect Ratio 21:9
- Refresh Rate up to 165 Hz
- Sejauh pengujian kami refresh ratenya bisa adaptive dari 1-165Hz.
- Sudah Pantone Validated Color, mendukung 10-bit color, 100% DCI-P3, Dolby Vision, dan HDR10 Plus.
- Hasil tes layar cenderung mirip dengan layar utama tadi dari segi brightness sampai color gamutnya.
- Perbedaan hanya kami temukan di mode warna vivid dimana layar covernya ini diarahkan ke kisaran 116% DCI P3, teoritis tidak segonjreng layar utama tadi, tapi kalau dari penilaian subjektif kami, tetap terhitung sangat berwarna.
- Layarnya ini bukan layar flat, jika dilihat dari dekat, ada lengkungan sedikit di keempat sisinya.
- Nah kalau kalian butuh banget screen protector, semoga beruntung bisa dapet yang pas.
- Tapi di satu sisi lainnya, ini membuat navigasi menggunakan gesture jadi lebih nyaman.
- Swipe dari kiri atau kanan, atau swipe dari bawah layar atas, rasanya jadi lebih smooth aja.

- Nah masih ngomongin layar, sebenarnya Motorola Razr Fold ini mendukung Stylus Moto Pen Ultra.
- Baik untuk sisi layar cover maupun layar utamanya.
- Tapi sayangnya Motorola Indonesia memutuskan untuk tidak menghadirkannya resmi ke Indonesia.
- Kalau butuh banget Moto Pen Ultra, kita harus import sendiri dari luar negeri atau berharap ada toko di Indonesia yang jual atau bantu jastip.
Di sisi layar cover ini juga terdapat Kamera Selfie.
- 20MP
- f/2.4
- Fixed Focus
- Perekaman Video up to 1080p 60 FPS
Kita beralih ke Sisi Back Covernya:
Ada LED Flash dan 3 Kamera Belakang dalam 1 modul.
Kameranya sendiri terdiri dari:

Kamera Utama
- 50MP
- Sensor LYTIA 828
- Ukuran 1/1.28 inci
- f/1.6
- Auto Focus
- OIS
- Perekaman video up to 8K30 FPS

Ada Kamera Ultra Wide
- 50MP
- FoV 122°, jadi ini lebar banget Ultra Widenya.
- f/2.0
- Auto Focus
- Perekaman video up to 4K60 FPS

Ada Kamera Telephoto 3x Optical Zoom
- 50MP
- f/2.4
- Auto Focus
- OIS
- Perekaman video up to 4K60 FPS
Untuk fitur ekstra kameranya ada banyak, tapi yang spesial di sini juga ada fitur stabilizer Horizon Lock. Kalau diperhatikan detail kameranya, ini mirip banget dengan Motorola Signature yang pernah kami review belum lama ini. Gak cuma terlihat menjanjikan dari segi hardware, tapi Motorola juga menggandeng PANTONE untuk validasi skin tone, dan kameranya sudah dapat sertifikasi DXOMARK Gold Label, yang diklaim jadi salah satu kamera foldable terbaik saat ini.
















