Review realme 10 Pro+ 5G: Smartphone Layar Lengkung dengan Kamera Premium dan Android 13
Uji Performa
Hasil Benchmark







- AnTuTu 8: 432657
- AnTuTu 9: 505164
- Geekbench 5: SC 815/MC 2324
- CPU Throttling Test: CPU throttle ke kisaran 86% dalam pengujian 30 menit. Terbilang cukup baik.
- 3DMark Sling Shot Extreme OpenGL ES 3.1 (Graphics): 4227
- 3DMark Wild Life Stress Test (Tanpa Kipas)
- Best Score: 2301
- Lowest Score: 2279
- Stability: 99%
- GFXBench: Manhattan 3.1 1080p Offscreen: 45 fps
- Car Chase 1080p Offscreen: 27 fps
realme 10 Pro+ 5G ini dibekali dengan pengaturan mode performa yang bisa diakses di menu setting baterai. Ada opsi High Performance. Tapi, di pengujian yang kami lakukan, kami tidak merasakan adanya perubahan performa saat itu diaktifkan.
Tapi, hasil benchmark yang kami dapatkan menunjukkan performa SoC Dimensity 920 5G di realme 10 Pro+ 5G ini terbilang tinggi. Sedikit lebih tinggi dari rata-rata skor SoC sejenis yang pernah kami dapatkan.
Gaming

Untuk pengujian gaming, kami tidak menggunakan High Performance mode yang ada di setting baterai. Tapi, dari slider yang bisa dibuka dari dalam game, kami selalu mengaktifkan Pro Gamer Mode untuk semua game yang kami coba.
PUBG Mobile
Di game ini, framerate Extreme terbuka untuk kualitas tampilan Smooth. Saat dicoba di Smooth – Extreme, ya tentu saja kami mendapatkan framerate rata di 60 fps, mulus lancar. Sayangnya, untuk setting di atas Smooth, framerate sampai 60 fps tidak bisa dipilih, cuma dibatasi sampai 40 fps saja.
Apex Legends
Kalau di game ini, setting framerate tertinggi yang bisa dipilih adalah sampai Very High, atau 50 fps. Kami coba dengan setting Normal, framerate yang kami dapatkan terbilang relatif stabil di 50 fps, terbilang sudah cukup nyaman untuk memainkan game ini. Framerate ini bisa terus dipertahankan sampai kami coba memainkan 3 match di game ini, dengan durasi total hampir 30 menit.
Untuk gyro aiming, terbilang responsif dan akurat. Ya, ini kan memang pakai hardware based gyro, jadi ya pastinya nyaman sekali.

Mobile Legends
Sayang sekali, setting kualitas yang terbuka hanya sampai High saja, dan framerate juga terbatas ke 60 fps saja. Saat kami coba memainkan game ini, dengan setting High, HD, Shadow On, kami bisa mendapatkan framerate relatif stabil di 60 fps, tanpa gangguan.
Saat kami coba sampai tiga match berturut-turut pun, framerate tinggi ini masih bisa terus dipertahankan. Tidak ada gangguan sama sekali dan ya nyaman sekali memainkan game ini. Cuma ya, sayang tidak bisa 120 fps.
Subway Surfers
Beralih ke game yang biasanya kami pakai untuk tes gaming 120 fps ini, sayangnya saat game dibuka, refresh rate langsung turun ke 60 Hz. Jadi, ya game ini hanya bisa dijalankan di 60 fps saja.
Real Racing 3
Masih penasaran dengan gaming 120 fps, kami coba lagi di game yang satu ini. Sekali lagi, sayangnya, refresh rate layar turun ke 60 Hz saat game berjalan. Ya, 60 fps masih terbilang memadai, nyaman untuk banyak game, tapi mengingat layarnya sudah 120 Hz, akan lebih nyaman lagi kalau game bisa dimainkan di 120 fps.
Genshin Impact

Beralih ke game berat yang satu ini. Setting yang kami pakai adalah Lowest – 60. Kami bisa mendapatkan framerate di kisaran 42 – 55 fps saat menjelajahi dunia dalam game ini. Sesekali masih terjadi framedrop, ke kisaran 30-an fps. Sayangnya, stutter karena framedrop ini terbilang cukup terasa dan terbilang cukup sering terjadi.
Tapi, secara umum, game ini masih terbilang cukup nyaman dimainkan, sekalipun tanpa fan ya, di smartphone ini. Saat battle pun tidak terjadi penurunan framerate, cuma ya memang ada sedikit stutter saat terjadi framedrop itu saja.
Suhu Kerja


Setelah sekitar 30 menit, kami coba ukur suhu permukaan. Untuk sisi depan, suhu tertinggi ada di kisaran 41°C – 42°C, di area atas. Suhu di area tengah layar masih bisa mencapai sekitar 38°C, sementara untuk area bawah suhunya ada di bawah 37°C. Sebagai catatan, suhu ruang saat pengujian ini ada di kisaran 25.5°C.
Beralih ke sisi belakang, suhu tertinggi juga ada di kisaran 41°C – 42°C, dan pola penyebaran panas juga mirip dengan sisi depan. Agak terasa hangat, tapi belum sampai panas yang mengganggu.
Lalu, kami coba menggunakan fan grip. Hasilnya, framerate yang kami dapatkan meningkat, ke kisaran 48 – 58 fps, sesekali bisa menyentuh 60 fps. Saat battle, framerate turun sedikit, lebih banyak ada di kisaran 43 – 49 fps. Framedrop masih ada, tapi hanya sesekali saja menyebabkan stutter yang terasa. Jadi, dengan fan grip, ada peningkatan kenyamanan memainkan game yang satu ini.

Karena iseng, kami juga mencoba menjalankan game ini di Highest – 60 dan hasilnya, framerate yang didapatkan masih bisa di atas 30 fps. Ada di kisaran 32 – 43 fps, masih terbilang nyaman dimainkan di setting yang tinggi ini! Saat battle, framerate akan turun ke kisaran 29 – 34 fps, masih bisa dikatakan playable, selama bukan untuk battle yang masif ya.
Framedrop tentunya masih ada, tapi karena hanya sedikit ke bawah 30 fps, tidak turun terlalu jauh dari rata-rata framerate yang didapatkan, ini tidak sampai menyebabkan stutter yang mengganggu.
Kalau untuk ranking, tanpa kipas, realme 10 Pro+ 5G ini masuk ke kelas C+, sementara dengan kipas, sudah bisa menyentuh B-.
Tes Baterai



- Local Video Playback 1080p: 20 jam 58 menit, ya kurang lebih 21 jam. Hasil yang terbilang baik ya.
- Streaming YouTube 1080p30 Non HDR: baterai berkurang 3% dalam 30 menit.
- TikTok: baterai berkurang 4% dalam 30 menit.
- Genshin Impact:
- Lowest – 60: 11% dalam 30 menit
- Highest – 60: 12% dalam 30 menit
Charging

- 2% – 50%: 20 menit
- 2% – 100% Full: 1 jam pas
Lain-Lain

- Netflix: sudah Widevine L1, mendukung streaming sampai resolusi Full HD. Sayangnya HDR belum didukung di aplikasi ini.
- YouTube: streaming bisa sampai 4K60, dengan HDR. HDR juga tampil cukup baik, dengan catatan brightness layar ada di tingkat yang tinggi.
- Sayangnya, untuk 4K60 HDR, kami merasa video tidak berjalan mulus, sedikit tersendat. Saran kami, atur saja ke 1440p60 HDR, resolusinya sudah terbilang tinggi dan video ditampilkan mulus lancar.
- Sementara kalau 4K60 tanpa HDR, masih bisa berjalan mulus. Tidak ada masalah.
- Haptic Feedback: realme menyebut smartphone ini menggunakan Tactile Engine 2.0 dengan sensasi getar kualitas tinggi. Saat kami coba untuk mengetik, ya itu memang terbukti. Haptic feedback terasa akurat dan getarannya terasa cukup kuat, seperti smartphone kelas atas.
- Wi-Fi Sharing: tersedia melalui Personal Hotspot, bisa menggunakan standar Wi-Fi 6.














