Deretan Fitur Produktivitas Huawei MatePad Pro Max, Siap Gantikan Laptop?
Huawei tampak serius menjadikan MatePad Pro Max sebagai alternatif PC atau laptop untuk kebutuhan kerja sehari-hari. Upaya ini terlihat dari perpaduan hardware pendukung produktivitas dan kehadiran WPS AI yang sama-sama diharapkan bisa mempermudah pekerjaan penggunanya. Kombinasi keduanya yang membuat tablet ini terasa lebih siap diandalkan untuk kerja mobile.
Huawei MatePad Pro Max Sebagai Alternatif Laptop
Untuk menghadirkan kenyamanan mengetik saat bekerja, Huawei hadirkan Glide Keyboard yang dilengkapi dengan touchpad agar terasa menyerupai laptop. Ada juga slot khusus yang berfungsi sebagai tempat menaruh sekaligus mengisi daya stylus. Menariknya, buat yang merasa kurang dengan satu layar, port USB-C pada tablet ini turut mendukung display output sehingga bisa disambungkan ke monitor eksternal saat dibutuhkan.
Sektor kamera turut dipikirkan secara matang untuk menunjang kebutuhan konferensi video dan meeting online harian. Baik kamera depan maupun belakang sudah mendukung perekaman video hingga resolusi 4K pada 60 fps dengan kualitas visual yang tajam. Tangkapan gambar yang jernih ini membuat interaksi tatap muka secara virtual bersama rekan kerja terasa jauh lebih profesional.
Baca Juga: Huawei MatePad Pro Max Hadir, Tablet Pro 13 Inci Tertipis dan Teringan
Dari sisi software, dukungan WPS PC-Level turut melengkapi fitur penyuntingan dokumen secara bersamaan sehingga mempermudah kolaborasi tim saat mengerjakan lembar kerja. Fitur history dokumen turut tersedia sehingga pengguna dapat dengan mudah mengembalikan versi file jika terjadi kesalahan saat proses pengeditan. WPS AI melengkapi pengalaman ini dengan menyediakan template prompt sehingga kita cukup mengisi detail yang diminta.
Pekerjaan mengolah angka pun kini terasa lebih praktis berkat fitur AI Spreadsheet yang tidak lagi mewajibkan pengguna menghafal rumus rumit seperti SUM atau AVERAGE. Kita cukup menjelaskan perintah analisis data yang diinginkan menggunakan bahasa sehari-hari. Meski begitu, hasil kalkulasi tetap perlu diperiksa kembali karena teknologi AI masih memiliki potensi kekeliruan.
Jadi, apakah kombinasi hardware mumpuni dan kemudahan AI ini cukup buat gantiin laptop kalian sehari-hari?























