Light Flip Diperkenalkan, Hape Layar Lipat Bergaya Retro
Di saat kebanyakan vendor hape berlomba membuat produk yang semakin canggih, startup teknologi asal Amerika Serikat bernama Light justru menghidupkan kembali flip phone demi mengurangi kecanduan smartphone. Yuk, kenalan dengan produk terbaru mereka, Light Flip.
Dari gambar di artikel ini, kalian tentu sudah bisa menebak. Light Flip adalah hape lipat tradisional, mirip dengan hape lipat yang populer di tahun 2000-an. Jadi jangan bayangkan hape flip ini seperti Samsung Galaxy Z Flip8 yang baru dirilis beberapa hari lalu.

Light mengatakan perangkat ini dibuat untuk membantu pengguna mengurangi waktu menatap layar, tanpa harus kehilangan fungsi-fungsi penting seperti menelepon, berkirim pesan, mendengarkan musik, atau menggunakan peta.
Light Flip sendiri memang dibuat dengan desain seminimalis mungkin. Menariknya, hasil akhirnya justru terlihat modern dengan sentuhan retro yang belakangan kembali digemari.
Hape ini tidak menggunakan OS seperti Android. Light Flip menjalankan LightOS yang hanya menyediakan fungsi-fungsi dasar seperti telepon, SMS, peta, musik, catatan, kalender, cuaca, hingga podcast.
Tidak ada media sosial, browser, maupun aplikasi e-commerce. Ya, benar-benar perangkat yang dibuat untuk membantu pengguna mengurangi ketergantungan terhadap smartphone.
Light memang membuka platform ini bagi developer pihak ketiga. Meski begitu, mereka mendorong pengembang untuk menghadirkan aplikasi utilitas, bukan aplikasi yang membuat pengguna terus membuka ponsel.
Baca Juga: Nokia 123 Shield Resmi Dirilis, Feature Phone Tahan Air dan Debu
Spesifikasi Light Flip

Meski tampil seperti feature phone, spesifikasi yang diusung Light Flip sebenarnya cukup modern. Perangkat ini menggunakan layar OLED berukuran 2,8 inci dengan resolusi 480 × 640 piksel.
Menariknya, layar OLED tersebut tidak mendukung sentuhan. Seluruh navigasi dilakukan menggunakan keypad T9 dengan 12 tombol, tiga tombol fungsi, serta tombol arah di bagian tengah.
Light Flip ditenagai chipset MediaTek MT8873. Meski fungsi perangkat ini sangat sederhana, ia tetap dibekali RAM 6 GB LPDDR4X.
Menariknya lagi, hape ini juga dibekali kamera 50 MP di bagian belakang yang menghasilkan foto 12 MP. Sementara itu, kamera depan tidak tersedia.
Perangkat ini sudah mendukung jaringan 5G. Meski tidak ditujukan untuk browsing atau media sosial, koneksi tersebut tetap berguna untuk fitur seperti peta dan cuaca.
Ciri khas hape jadul berupa baterai yang bisa diganti sendiri juga masih dipertahankan. Kapasitas baterainya mencapai 1.800 mAh.
Light Flip dijual dengan harga 299 dollar AS atau sekitar Rp5,3 jutaan. Memang tergolong mahal untuk sebuah flip phone. Namun, Light memang menyasar pengguna yang menginginkan pengalaman digital minimalis, bukan sekadar feature phone murah.
Baca Juga: Telepon Rumah Klasik Bangkit Lagi, Kini Pakai Wifi
Apakah kalian tertarik dengan konsep Light Flip yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap smartphone?
















