Review Smartphone ASUS Zenfone 4 Selfie Pro

Reading time:
October 25, 2017

Bulan Agustus 2017 lalu, kami sempat mendapatkan undangan dari ASUS untuk menghadiri acara peluncuran keluarga smartphone baru mereka, Zenfone 4, di Taipei, Taiwan. ASUS meluncurkan keluarga Zenfone 4 dengan mengusung slogan “We Love Photo”, yang menggambarkan bahwa smartphone dari keluarga ini akan mengusung fitur-fitur yang menonjolkan kemampuan pengambilan foto. Salah satu anggota keluarga Zenfone 4 ini, Zenfone 4 Max Pro, sudah sempat dirilis ASUS, awal September 2017 lalu, dan hasil pengujiannya pun telah kami tampilkan.

ASUS Zenfone 4 Selfie Pro - 09

Kini, mendekati akhir Oktober 2017, ASUS kembali membawa smartphone dari keluarga Zenfone 4 ke Indonesia. Bila Anda rutin mengikuti artikel yang dibuat oleh tim Jagat Gadget, Anda mungkin tahu kalau yang kami maksud itu adalah Zenfone 4 Selfie dan Zenfone 4 Selfie Pro. Keduanya dirilis resmi di Indonesia hari ini, 25 Oktober, dan untungnya kami sudah sempat mendapatkan pinjaman smartphone tersebut dari ASUS untuk kami ulas dalam artikel ini!

Desain

ASUS kembali menawarkan desain yang berbeda untuk keluarga Zenfone 4, termasuk untuk Zenfone 4 Selfie Pro ini, bila dibandingkan dengan keluarga Zenfone 3. Salah satu yang seharusnya bisa langsung dilihat adalah fingerprint scanner yang kini ditempatkan ASUS di sisi depan, bukan di sisi belakang seperti keluarga Zenfone 3. Selain itu, keluarga Zenfone 4 ini juga memiliki sudut dengan lengkungan yang lebih lebar bila dibandingkan dengan keluarga Zenfone 3.

ASUS Zenfone 4 Selfie Pro - 02

Beralih ke Zenfone 4 Selfie Pro secara spesifik. Smartphone ini hadir dengan bodi yang memiliki dimensi keseluruhan 154.02 mm x 74.83 mm x 6.85 mm. Satu hal yang langsung tersirat saat melihat informasi dimensi itu, smartphone ini memiliki bodi yang terbilang tipis, di bawah 7.0 mm! Sementara untuk panjang dan lebarnya, bisa dikatakan cukup umum untuk sebuah smartphone dengan layar 5.5″ saat ini.

Smartphone ini tidak didesain memiliki bezel tipis. Bezel di sisi kiri dan kanan layar berukuran sekitar 2 mm, tidak terlalu tebal, tetapi tidak bisa dikatakan tipis. Sementara untuk sisi atas dan bawah layar, ASUS justru menggunakan bezel yang cukup tebal, karena mereka juga menempatkan berbagai komponen di daerah tersebut. Bila layar 5.5″ yang digunakan smartphone ini dibandingkan dengan penampang sisi depan, screen-to-body ratio-nya hanya sekitar 72% saja. Angka ini terbilang agak rendah untuk smartphone di era saat ini.

ASUS Zenfone 4 Selfie Pro - 06

Fingerprint scanner, yang juga berfungsi sebagai tombol Home, ditempatkan ASUS di bezel bawah layar, diapit oleh tombol navigasi Back dan All Apps. Kedua tombol navigasi ini dilengkapi backlight, yang membuatnya mudah terlihat di kondisi gelap. Seperti yang biasa mereka lakukan di lini smartphone mereka, ASUS juga menyematkan fungsi ekstra di tombol All Apps di smartphone ini. Bila tombol tersebut ditekan selama beberapa detik, maka suatu perintah bisa dijalankan, dengan opsi mengambil screenshot, membuka menu, atau mengaktifkan fitur split screen. Tombol Back dan All Apps pun kini dibekali dengan backlight.

Hal yang menjadi fitur unik dari Zenfone 4 Selfie Pro ini berada di bezel atas layar, di mana ASUS menempatkan sistem dual-camera untuk kamera selfie smartphone ini. Kedua kamera selfie dari smartphone ini ada di samping kanan dari earpiece. Sementara, LED flash untuk kamera selfie ditempatkan di samping kiri dari earpiece. Selain itu, proximity sensor dan light sensor pun juga ada di samping kiri earpiece.

ASUS Zenfone 4 Selfie Pro - 05

Beralih ke sisi samping dari smartphone ini, ASUS menempatkan tombol volume up/down dan power di sisi samping kanan. Sementara di sisi samping kiri, terdapat tray untuk SIM Card dan Micro SD. ASUS memilih untuk menggunakan tray hybrid untuk smartphone ini, di mana pengguna harus memilih apakah menggunakan dual Nano-SIM atau satu Nano-SIM dan satu Micro SD.

ASUS Zenfone 4 Selfie Pro - 04

Konektor audio 3.5 mm masih disertakan ASUS di smartphone ini, suatu hal yang bisa dikatakan cukup jarang dilakukan oleh produsen yang menawarkan smartphone dengan bodi yang terbilang tipis. Bersama dengan konektor Micro USB, mic, dan speaker, konektor audio tersebut ditempatkan di sisi bawah smartphone. Entah mengapa ASUS masih menggunakan konektor Micro USB untuk Zenfone 4 Selfie Pro, bukan konektor Type C seperti yang sudah mereka tawarkan di beberapa smartphone keluarga Zenfone 3.

ASUS Zenfone 4 Selfie Pro - 03

Sisi belakang dari smartphone ini hanya dihuni oleh kamera utama dari smartphone ini, beserta dengan dual-tone LED flash pendukungnya. Bodi bagian belakang dari smartphone ini terbuat dari bahan menyerupai metal, dengan dua strip untuk antena terletak di dekat sisi atas dan sisi bawah smartphone. Sementara untuk sisi depan, ASUS menutupi bodi dan layar smartphone ini dengan Gorilla Glass. Secara umum, seperti smartphone dengan bodi metal tipis lain, smartphone ini terbilang cukup licin saat dipegang.

Paket Penjualan

ASUS menawarkan smartphone Zenfone 4 Selfie ini dengan paket penjualan yang terbilang cukup baik. Mereka menyertakan beberapa perlengkapan untuk pendukung penggunaan smartphone ini, termasuk di antaranya headset dan softcase. Selain itu, tentu saja adapter daya, ejector pin untuk tray SIM/Micro SD, serta kabel data tetap mereka sertakan. Berikut ini adalah video unboxing untuk paket penjualan Zenfone 4 Selfie Pro ini:

Zenfone 4 Selfie Pro dengan cover bawaan paket penjualan terpasang
Zenfone 4 Selfie Pro dengan cover bawaan paket penjualan terpasang

Hadirnya softcase di paket penjualan akan sangat membantu pengguna dalam mengatasi bodi smartphone ini yang cukup licin. Softcase yang diberikan terbilang cukup baik. Sayangnya, bahan yang digunakan agak terlalu keras, sehingga tombol-tombol di smartphone pun sedikit sulit ditekan saat softcase ini digunakan. Saran kami, gunakan softcase ini di saat pertama Anda mulai memakainya. Akan tetapi, carilah case lain yang lebih nyaman untuk mengoperasikan tombol-tombol Zenfone 4 Selfie Pro ini.

Load Comments

Reviews

January 22, 2021 - 0

Review Poco M3: Layak Disebut Entry Level Killer?

Setelah sebelumnya merilis Poco F2 Pro sebagai “Flagship Killer”, Poco…
January 4, 2021 - 0

Review Samsung Galaxy A12: Kamera Keren, RAM dan Storage Besar

Tidak semua smartphone dirancang untuk menjadi smartphone gaming, seperti yang…
December 14, 2020 - 0

Review Smartphone Vivo Y51: Solusi Smartphone Serba Bisa!

Vivo baru saja meluncurkan salah satu produk terbarunya yang berada…
December 11, 2020 - 0

Review Mi 10T Pro: Murah, Tapi Beneran Flagship

Di pertengahan awal tahun 2020 lalu, Xiaomi telah meluncurkan smartphone…

Accessories

November 17, 2020 - 0

Review OASE QCY T7: Audio Bagus, Rp 300ribuan

Oase mungkin dikenal sebagai produk aksesoris yang dekat dengan brand…
November 5, 2020 - 0

Review Brica B-Steady XS: Gimbal HP 3-Axis Paling Ringan di Dunia

Kali ini tim Jagat Review kedatangan produk aksesori gimbal untuk…
October 12, 2020 - 0

Review Charger BASEUS 24W-120W: Pengganti Charger Asli Gadget Anda!

Jika berurusan dengan barang gadget atau elektronik, pastinya Charger merupakan…
May 12, 2020 - 0

Memilih Gimbal 1 Jutaan Terbaik untuk Smartphone: Brica BSteady PRO atau Moza Mini Mi?

Setiap kami menguji smartphone terutama untuk membuat video, menggunakan gimbal…

Wearables

January 5, 2021 - 0

Review Bose QuietComfort Earbuds: TWS dengan Noise Cancelling Terbaik

Bose Didirikan tahun 1964 dan sudah sangat terkenal dengan perangkat…
December 4, 2020 - 0

Review Casio G-Shock GA-900: Stylish, Tahan Banting, Baterai 7 Tahun

Jam tangan ini memang bukan smartwatch. Akan tetapi, Casio G-Shock…
November 17, 2020 - 0

Review OASE QCY T7: Audio Bagus, Rp 300ribuan

Oase mungkin dikenal sebagai produk aksesoris yang dekat dengan brand…
September 28, 2020 - 0

Review Mi Smart Band 5: Tetap Murah, Fitur Tambah

Bagi kalian yang mungkin sedang mencari produk smart band murah,…